1. Berkurangnya Margin Keuntungan
Menggunakan jasa profesional tentu memiliki konsekuensi biaya. Anda harus merelakan sebagian keuntungan penjualan untuk membayar komisi agen. Secara umum, besaran komisi broker berkisar antara 2 persen hingga 6 persen dari nilai harga jual rumah. Jika harga rumah Anda bernilai miliaran rupiah, maka nilai komisi ini tentu cukup signifikan mengurangi hasil bersih yang Anda terima.
2. Terikat pada Kesepakatan Tertentu
Begitu Anda menandatangani kontrak dengan agen, Anda terikat secara hukum pada kesepakatan tersebut. Beberapa kontrak bersifat eksklusif, yang artinya Anda tidak boleh menjual rumah secara mandiri atau melalui agen lain dalam jangka waktu tertentu. Untuk mengantisipasi keterikatan ini, pastikan Anda merinci poin-poin kesepakatan sejak awal, termasuk klausul jika Anda menemukan pembeli sendiri tanpa campur tangan agen.
3. Fokus Agen yang Terbagi
Satu orang broker biasanya mengelola lebih dari satu listing properti. Hal ini membuka risiko rumah Anda tidak menjadi prioritas utama pemasaran jika agen terlalu sibuk mengurus properti lain yang nilainya mungkin lebih besar atau lebih mudah laku. Kecepatan penjualan rumah Anda sangat bergantung pada seberapa besar perhatian dan waktu yang agen alokasikan untuk properti Anda.
4. Ketergantungan pada Kompetensi Individu
Hasil penjualan sangat bergantung pada spesialisasi dan jaringan yang agen miliki. Sebagai contoh, agen yang biasa menangani apartemen mungkin akan kesulitan saat harus memasarkan rumah mewah di kawasan elite. Jika Anda memilih agen yang tidak memiliki jaringan luas di lokasi properti Anda, proses penjualan bisa memakan waktu yang jauh lebih lama.
5. Risiko Menghadapi Agen Tidak Profesional
Meskipun jarang terjadi, oknum agen yang tidak berintegritas tetap menjadi ancaman bagi penjual. Mereka mungkin memanipulasi informasi atau tidak transparan mengenai tawaran yang masuk. Sebagai langkah antisipasi, pastikan Anda hanya bekerja sama dengan agen dari perusahaan properti terpercaya atau broker yang memiliki sertifikasi resmi dari organisasi seperti Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI).
Memilih untuk menggunakan agen atau menjual sendiri adalah keputusan strategis yang bergantung pada kebutuhan masing-masing individu. Pastikan Anda mempertimbangkan seluruh faktor di atas sebelum memasarkan properti Anda ke pasar luas.(*).