Wisata . 17/01/2026, 20:45 WIB
Penulis : Tuahta Aldo | Editor : Tuahta Aldo
fin.co.id - Pemerintah mengambil langkah serius untuk meningkatkan keselamatan pendaki di Gunung Gede Pangrango, setelah sejumlah insiden pendaki tersesat dan mengalami kecelakaan.
Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan (PJL) Kementerian Kehutanan bersama Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, meluncurkan sistem baru untuk pendaki.
Sistem terbaru tersebut dihadirkan berupa tombol panik (panic button) dan gelang RFID, untuk setiap pendaki yang melakukan pendakian.
Gelang RFID (Radio Frequency Identification) akan diberikan pada saat registrasi pendakian, sehingga pergerakan pendaki bisa terpantau di setiap checkpoint yang disediakan sepanjang rute pendakian.
Fokus Awal di Jalur Gunung Putri dan Cibodas
Menurut keterangan resmi yang dipublikasikan di media sosial @ayoketamannasional, inovasi tersebut dirancang untuk mempercepat proses pencarian jika terjadi keadaan darurat di jalur gunung.
"Kejadian pendaki tersesat atau hilang jadi pengingat pentingnya sistem keselamatan pendakian. Untuk itu, Direktorat PJL Kementerian Kehutanan bersama Taman Nasional Gunung Gede Pangrango menghadirkan gelang RFID," dikutip dari unggahan di akun Instagram resmi @ayoketamannasional.
"Inovasi ini merupakan bagian dari langkah serius perbaikan pengamanan dan keselamatan pengunjung selama masa penutupan jalur pendakian," sambungnya.
Implementasi awal sistem ini akan berlangsung di dua jalur populer, yakni Gunung Putri dan Cibodas, dengan checkpoint utama terletak di kawasan Surya Kencana.
Ketika pendaki melewati titik-titik ini, gelang RFID akan memberikan data lokasi yang membantu koordinasi tim pemantau di pos-pos pendakian
Tombol Darurat Siaga di Surya Kencana
Selain gelang RFID, pihak pengelola juga menyiapkan panic button di kawasan Surya Kencana.
Fungsinya sangat sederhana namun krusial, apabila pendaki menghadapi situasi berbahaya atau berada dalam kondisi darurat, mereka bisa menekan tombol tersebut untuk segera memanggil bantuan dari petugas di bawah.
Penerapan sistem ini menjadi bagian dari peningkatan layanan keselamatan selama masa penutupan jalur pendakian, sekaligus langkah persiapan untuk pembukaan kembali yang lebih aman bagi wisatawan pendaki.
Dengan sistem pengamanan baru ini, Gunung Gede diharapkan menjadi destinasi yang lebih aman tanpa mengorbankan pengalaman petualangan para pendaki.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media