Otomotif . 18/01/2026, 19:05 WIB

Hemat Mana? Intip Perbandingan Biaya Servis Mobil Listrik vs Mobil Bensin Setelah 5 Tahun!

Penulis : Sigit Nugroho  |  Editor : Sigit Nugroho

fin.co.id - Masa depan otomotif sudah di depan mata, dan dompet Anda akan berterima kasih! Jika Anda masih ragu beralih ke mobil listrik karena khawatir biaya perawatan, bersiaplah untuk terkejut. Data terbaru menunjukkan, memelihara mobil listrik ternyata jauh lebih hemat dibandingkan mobil bensin konvensional, terutama dalam jangka panjang. Perbandingan biaya servis setelah lima tahun pemakaian ini akan membuka mata Anda.

Intisari :

  • Mobil listrik menawarkan biaya perawatan yang signifikan lebih rendah dibandingkan mobil bensin, menjadikannya pilihan finansial cerdas dalam jangka panjang.
  • Minimnya komponen bergerak pada mobil listrik mengurangi kebutuhan servis rutin seperti ganti oli dan perawatan mesin kompleks, yang merupakan pengeluaran utama mobil bensin.
  • Simulasi biaya nyata menunjukkan potensi penghematan puluhan juta rupiah selama lima tahun pertama dengan memilih mobil listrik, belum termasuk efisiensi energi operasional.

Bedah Rahasia Biaya Servis Mobil Listrik yang Jauh Lebih Murah

Bayangkan, setiap kali jadwal servis rutin mobil bensin tiba, dompet Anda seakan menjerit. Ganti oli, filter, busi, dan berbagai komponen mesin lainnya bisa menelan biaya jutaan rupiah. Namun, peta persaingan otomotif kini berubah total. Di tengah gempuran tren ramah lingkungan, pertanyaan besar muncul: benarkah memelihara mobil listrik jauh lebih murah daripada mobil bensin dalam jangka panjang? Jawabannya, ya, dan data perbandingannya akan membuat Anda terkejut.

Memasuki tahun 2026, efisiensi menjadi kunci utama bagi setiap pemilik kendaraan. Berbagai riset dan data dari Agen Pemegang Merek (APM) terkemuka di Indonesia mengkonfirmasi bahwa biaya perawatan berkala untuk kendaraan bertenaga baterai jauh lebih rendah. Mengapa demikian? Mobil listrik tidak memiliki ratusan komponen bergerak yang kompleks layaknya mesin pembakaran internal (Internal Combustion Engine/ICE). Ini berarti, tidak ada lagi urusan ganti oli mesin, perawatan transmisi yang rumit, atau pembersihan kerak karbon pada ruang bakar.

Simulasi Angka Nyata: Hemat Jauh Lebih Menggiurkan

Mari kita bicara angka konkret agar Anda tidak ketinggalan informasi penting ini. Untuk mobil bensin populer di kelas 1.500cc, estimasi biaya servis rutin hingga lima tahun pemakaian biasanya berkisar antara Rp10 juta hingga Rp15 juta. Angka ini bahkan belum termasuk penggantian suku cadang yang aus, seperti kampas rem yang bisa lebih cepat habis karena tidak adanya sistem pengereman regeneratif.

Sekarang, bandingkan dengan mobil listrik. Beberapa merek EV populer di Indonesia saat ini bahkan menawarkan program gratis jasa servis dan suku cadang selama lima tahun atau mencapai 75.000 kilometer. Namun, jika kita hitung secara mandiri tanpa memperhitungkan promo, total biaya servis mobil listrik untuk periode yang sama seringkali tidak sampai Rp5 juta. Selisih dana yang mencapai Rp10 juta ini membuka peluang besar untuk Anda alokasikan ke kebutuhan lain. Anda bahkan bisa mempertimbangkan pemasangan panel surya di rumah agar biaya pengisian daya semakin mendekati nol rupiah.

Ketahanan Baterai dan Pengereman: Keunggulan Tambahan Mobil Listrik

Salah satu kekhawatiran utama calon pembeli mobil listrik adalah perkiraan harga baterai yang mahal. Namun, penting untuk dicatat bahwa produsen umumnya memberikan garansi baterai hingga 8 tahun atau 160.000 kilometer. Artinya, dalam lima tahun pertama penggunaan, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan jika terjadi penurunan performa baterai yang tidak wajar. Keuntungan lain justru datang dari sistem pengereman.

Teknologi Regenerative Braking pada mobil listrik memungkinkan motor listrik ikut membantu proses pengereman saat pedal gas dilepas. Proses ini tidak hanya mengisi ulang daya baterai, tetapi juga secara signifikan mengurangi beban kerja kampas rem fisik. Hasilnya? Kampas rem mobil listrik cenderung jauh lebih awet. Jika mobil bensin mungkin sudah berganti kampas rem dua kali dalam lima tahun, mobil listrik Anda mungkin masih menggunakan kampas rem orisinal pabrikan dengan kondisi yang masih prima.

Efisiensi Energi: Penghematan Berlipat Ganda

Pembahasan biaya servis tidak akan lengkap tanpa menyinggung biaya operasional harian. Biaya pengisian daya listrik per kilometer terbukti jauh lebih murah dibandingkan membeli bahan bakar minyak (BBM), apalagi jika harga BBM non-subsidi terus berfluktuasi. Dengan pengisian daya di rumah pada malam hari menggunakan tarif listrik rumah tangga, ongkos jalan Anda bisa turun drastis, bahkan mencapai seperlima dari biaya bensin. Ini adalah keuntungan berlapis yang membuat investasi awal pada mobil listrik terasa semakin masuk akal bagi mereka yang cerdas secara finansial.

Pasar mobil bekas ke depannya juga diprediksi akan semakin menghargai kendaraan yang memiliki rekam jejak perawatan ringkas. Mobil listrik, dengan komponen mesin yang jauh lebih sedikit, memberikan jaminan kepada pembeli kedua bahwa risiko kerusakan mesin tersembunyi jauh lebih kecil dibandingkan mobil bensin. Ini memberikan kepastian dan ketenangan pikiran.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com