Beauty . 19/01/2026, 16:08 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
fin.co.id - Pernahkah Anda merasa tekstur kulit wajah kasar, kusam, atau pori-pori tersumbat padahal sudah rajin cuci muka? Jika iya, Anda mungkin sedang membutuhkan eksfoliasi kimiawi atau chemical peeling menggunakan AHA (Alpha Hydroxy Acid) dan BHA (Beta Hydroxy Acid). Namun, hati-hati! Jangan sampai niat hati ingin punya kulit glass skin ala artis Korea, justru berakhir dengan wajah memerah, perih, dan skin barrier rusak akibat salah cara pakai.
Banyak orang berlomba-lomba mencoba kandungan asam ini tanpa memahami aturan mainnya. Padahal, penggunaan yang serampangan bisa memicu iritasi hebat hingga breakout yang sulit sembuh. Simak panduan lengkap berikut ini agar Anda tetap aman saat melakukan eksfoliasi di rumah.
Sebelum mengoleskan produk ke wajah, Anda harus paham perbedaan mendasar antara kedua pahlawan kecantikan ini. Melansir dari laman resmi berbagai produk dermatologi ternama, AHA (Alpha Hydroxy Acid) seperti glycolic acid atau lactic acid bekerja pada permukaan kulit. Bahan ini sangat efektif untuk memudarkan flek hitam, menghaluskan tekstur kulit, dan memberikan efek mencerahkan secara cepat.
Sebaliknya, BHA (Beta Hydroxy Acid) atau yang sering kita kenal sebagai salicylic acid, memiliki kemampuan menembus hingga ke dalam pori-pori. Jika Anda memiliki masalah komedo membandel atau jerawat yang meradang, BHA adalah senjata yang tepat. BHA mampu mengangkat minyak berlebih dan membersihkan kotoran yang menyumbat pori. Jadi, pastikan Anda memilih bahan yang benar-benar sesuai dengan kondisi kulit saat ini agar hasilnya efektif dan tidak sia-sia.
Keamanan adalah kunci utama saat Anda bermain dengan bahan aktif. Anda tidak bisa langsung menggunakan konsentrasi tinggi jika kulit Anda belum terbiasa. Berikut adalah protokol aman yang harus Anda ikuti demi menyelamatkan wajah dari ancaman iritasi:
Jangan gegabah! Sebelum mengaplikasikan produk ke seluruh wajah, cobalah sedikit di area belakang telinga atau rahang. Tunggu hingga 24 jam untuk melihat reaksi kulit. Jika tidak ada rasa gatal atau kemerahan, baru Anda boleh melanjutkannya ke area wajah. Langkah kecil ini seringkali menyelamatkan banyak orang dari bencana alergi produk yang parah.
Anda mungkin ingin hasil yang cepat, tapi kulit butuh waktu untuk beradaptasi. Mulailah dengan frekuensi satu hingga dua kali saja dalam seminggu. Pilihlah produk dengan persentase rendah untuk membiarkan kulit "berkenalan" dengan bahan kimia tersebut. Setelah kulit terasa nyaman, Anda bisa meningkatkan frekuensinya secara bertahap sesuai kebutuhan.
Eksfoliasi cenderung membuat kulit menjadi lebih kering karena proses pengangkatan sel kulit mati. Oleh karena itu, jangan pernah melewatkan penggunaan pelembap yang mengandung ceramide atau hyaluronic acid setelah memakai AHA/BHA. Pelembap berfungsi untuk mengunci hidrasi dan menenangkan kulit agar terhindar dari rasa ketarik atau pecah-pecah.
Ini adalah informasi krusial yang sering dilewatkan. Jangan pernah mencampur penggunaan AHA/BHA dalam satu waktu yang sama dengan Retinol atau Vitamin C dosis tinggi. Kombinasi "maut" ini akan membuat kulit Anda stres berat, memicu iritasi hebat, dan merusak skin barrier dalam sekejap. Gunakan metode "Skin Cycling" atau gunakan bahan aktif tersebut di hari yang berbeda untuk menjaga keseimbangan pH kulit.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media