Kuliner . 22/01/2026, 18:19 WIB

Bukan Lagi Cromboloni, Menu Takjil Ini yang Akan Merajai Meja Buka Puasa Tahun Ini!

Penulis : Wanda Afifah  |  Editor : Wanda Afifah

fin.co.id - Ramadan 2026 tinggal menghitung hari, dan hype pencarian menu buka puasa sudah mulai meledak di media sosial. Jika tahun-tahun sebelumnya kita heboh dengan es kul-kul atau cromboloni, tahun ini peta kuliner Tanah Air bergeser drastis. Kombinasi antara teknologi pangan, kesadaran kesehatan yang meningkat, serta sentuhan nostalgia yang dikemas modern akan mendominasi meja makan masyarakat Indonesia.

Anda jangan sampai ketinggalan, karena tren kali ini bukan sekadar soal rasa, melainkan soal pengalaman dan status sosial di media sosial. Berdasarkan pantauan tren pasar dan inovasi dari berbagai produsen pangan global maupun lokal, inilah bocoran menu yang bakal bikin antrean panjang di pasar takjil musim ini.

1. Takjil Berbasis Plant-Based

Kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat mencapai puncaknya di tahun 2026. Banyak orang mulai membatasi asupan santan berlebih dan gula rafinasi saat berbuka. Sebagai gantinya, susu oat (oat milk) dan susu almond kini bukan lagi barang mewah, melainkan kebutuhan pokok dalam racikan takjil.

Prediksinya, menu seperti "Bubur Sumsum Oat Milk" atau "Es Campur Vegan" akan menjadi primadona. Produsen besar pun mulai merilis varian krimer nabati yang lebih ringan di perut namun tetap memberikan tekstur creamy yang otentik. Tren ini menyasar mereka yang ingin tetap menikmati hidangan tradisional tanpa rasa bersalah pasca-berbuka.

2. Fusion Nostalgia

Jangan kaget jika Anda menemukan Klepon dengan isian cokelat lumer atau Dadar Gulung Red Velvet di gerai-gerai kekinian. Inovasi "Fusion Nostalgia" ini menggabungkan struktur kue tradisional Indonesia dengan teknik pastri ala Prancis. Para pelaku usaha kuliner berlomba-lomba menciptakan visual yang estetik demi memancing minat para pemburu konten TikTok dan Instagram.

Kuncinya ada pada presentasi. Kemasan yang premium dan kombinasi warna yang kontras membuat jajanan pasar ini naik kelas. Orang tidak lagi sekadar membeli rasa, tetapi juga membeli "estetika" untuk dipamerkan saat momen buka bersama (bukber).

3. Minuman Fungsional dengan Adaptogen

Haus saat puasa itu biasa, tapi mengembalikan energi dengan cepat adalah prioritas di tahun 2026. Minuman berbuka tidak lagi hanya sekadar manis. Tren beralih ke minuman fungsional yang mengandung elektrolit alami dan adaptogen seperti ekstrak jamur fungsional, kunyit, atau jahe yang dikemas dalam bentuk cold-pressed juice atau sparkling water.

Minuman seperti "Es Kelapa Blue Pea" dengan tambahan kolagen atau teh detoks dengan aroma buah tropis akan menghiasi etalase toko minuman. Inovasi ini menjawab kebutuhan kaum urban yang ingin tetap produktif meski sedang menjalankan ibadah puasa di tengah cuaca yang tak menentu.

4. Lauk Siap Saji (Ready-to-Heat) Kualitas Restoran

Kesibukan yang kembali normal pasca-pandemi membuat masyarakat mencari kepraktisan. Namun, mereka tidak lagi puas dengan makanan kaleng biasa. Muncul tren lauk siap saji dengan teknologi retort yang menjaga rasa tetap segar seperti masakan koki restoran bintang lima.

Menu-menu seperti Rendang Wagyu, Ayam Betutu Tanpa Tulang, hingga Cumi Hitam Madura dalam kemasan pouch praktis akan menjadi penyelamat saat sahur. Cukup panaskan selama 3 menit, hidangan mewah siap tersaji di meja makan. Kepraktisan inilah yang menjadi nilai jual utama bagi generasi milenial dan Gen Z yang tinggal di apartemen atau kos-kosan.

Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar, tapi juga merayakan kebersamaan melalui hidangan yang berkesan. Mengikuti tren kuliner terbaru memberi Anda kesempatan untuk mengeksplorasi rasa baru sekaligus menjaga tubuh tetap prima dengan pilihan bahan yang lebih berkualitas. Jangan sampai Anda menjadi satu-satunya orang di lingkaran pertemanan yang tidak tahu rasa takjil paling viral tahun ini!

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com