Wisata . 28/01/2026, 14:31 WIB
Penulis : Tuahta Aldo | Editor : Tuahta Aldo
fin.co.id - Transformasi Stasiun Tanah Abang resmi dimulai, dengan melakukan revitalisasi area bangunan dan juga peron penumpang.
Stasiun Tanah Abang Baru diresmikan Presiden Prabowo Subianto, Selasa 4 November 2025, menandai babak baru layanan transportasi publik di jantung Jakarta.
Revitalisasi stasiun ini bukan sekadar pembaruan fisik, melainkan langkah strategis untuk menjawab lonjakan jumlah pengguna KRL Jabodetabek.
Tanah Abang dikenal sebagai salah satu simpul transportasi paling sibuk, sekaligus titik transit utama berbagai rute perjalanan harian masyarakat.
Pembangunan Stasiun Tanah Abang Baru dirancang selaras dengan konsep Transit Oriented Development (TOD), yang mengintegrasikan transportasi publik dengan kawasan perkotaan.
Konsep ini diharapkan mampu mendorong masyarakat beralih ke transportasi massal yang lebih efisien dan ramah lingkungan untuk perkotaan.
Secara fisik, bangunan baru stasiun tampil mencolok dengan desain futuristik bernuansa arsitektur urban, berbeda jika dibanding dengan sebelumnya.
Berdasarkan informasi yang fin.co.id dapat, stasiun ini berdiri di atas lahan seluas 31.174 meter persegi, dengan luas bangunan mencapai 19.000 meter persegi.
Fasilitas stasiun mencakup 4 peron dan 6 jalur, yang mampu melayani satu rangkaian KRL dengan 12 gerbong sekaligus, sehingga penumpang semakin nyaman.
Proyek revitalisasi ini digarap dengan anggaran sekitar Rp 380 miliar, hasilnya kapasitas pelayanan penumpang meningkat signifikan.
Jumlah penumpang yang menggunakan KRL melalui stasiun ini semakin meningkat, tercatat lonjakan mencapai 62,89 persen dibandingkan stasiun lama.
Peningkatan ini diharapkan mampu mengurai kepadatan penumpang, khususnya pada jam sibuk pagi dan sore hari.
Sebagai bagian dari proyek besar PT KAI, Stasiun Tanah Abang Baru juga mencerminkan visi pemerintah dalam memperkuat konektivitas transportasi perkotaan.
Kehadirannya diharapkan menjadi penopang utama mobilitas harian warga Jakarta dan sekitarnya, yang selama ini bergantung pada Tanah Abang sebagai simpul transit strategis.
Dengan wajah baru yang lebih modern dan nyaman, Stasiun Tanah Abang kini tak hanya menjadi tempat naik-turun penumpang, tetapi juga simbol transformasi transportasi publik menuju kota yang lebih tertata.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media