Trend . 28/01/2026, 11:30 WIB

Mengapa Perayaan Imlek Identik dengan Warna Merah? Ini Makna di Baliknya

Penulis : Makruf  |  Editor : Makruf

fin.co.id - Perayaan Imlek atau Tahun Baru Cina, merupakan salah satu perayaan budaya paling meriah yang dirayakan di Indonesia dan berbagai negara dengan komunitas Tionghoa.

Salah satu ciri khas yang paling menonjol dari perayaan ini adalah penggunaan warna merah dalam dekorasi, pakaian, amplop angpao, dan lampion.

Warna merah bukan sekadar estetika, melainkan memiliki makna mendalam yang terkait dengan keberuntungan, keselamatan, dan energi positif.

Makna Warna Merah dalam Budaya Tionghoa

Dalam budaya Tionghoa, merah melambangkan keberanian, kebahagiaan, dan kemakmuran. Warna ini diyakini mampu menangkal roh jahat dan membawa keberuntungan bagi keluarga yang merayakan. Menurut legenda, ada makhluk jahat bernama Nian yang muncul setiap menjelang Tahun Baru.

Nian takut dengan warna merah, suara keras, dan cahaya, sehingga masyarakat Tionghoa menggunakan warna merah dalam dekorasi, petasan, dan lampion untuk melindungi diri dari bahaya.

Selain itu, warna merah juga dianggap sebagai simbol energi positif dan vitalitas. Dalam perspektif feng shui, merah meningkatkan perasaan semangat dan optimisme, yang dianggap penting untuk memulai tahun baru dengan keberuntungan dan kesuksesan.

Hal ini menjelaskan mengapa banyak elemen penting dalam Imlek, mulai dari amplop angpao hingga pakaian baru, selalu berwarna merah.

Tradisi Amplop Angpao Merah

Salah satu tradisi paling populer adalah pemberian amplop merah atau angpao. Amplop merah berisi uang diberikan kepada anak-anak atau orang yang lebih muda sebagai simbol doa untuk kesehatan, kebahagiaan, dan kemakmuran di tahun yang baru. Warna merah amplop menegaskan niat baik dan energi positif dari pemberi kepada penerima. Menurut penelitian budaya, simbolisme ini memperkuat ikatan sosial dan rasa hormat antar anggota keluarga.

Penggunaan Warna Merah dalam Dekorasi dan Pakaian

Dekorasi rumah, lampion, dan ornamen Imlek di Indonesia umumnya dominan merah. Warna ini dipilih untuk menciptakan suasana meriah sekaligus melindungi dari energi negatif.

Pakaian baru berwarna merah juga menjadi tradisi agar pemakainya merasa lebih percaya diri, bersemangat, dan membawa keberuntungan sepanjang tahun. Di beberapa kota besar di Indonesia, pusat perbelanjaan dan tempat umum dihiasi dengan lampion merah yang menyala, menciptakan atmosfer semarak yang menyatukan komunitas.

Relevansi Warna Merah di Era Modern

Selain nilai budaya dan simbolik, penelitian psikologi modern menunjukkan bahwa warna merah dapat memengaruhi suasana hati dan energi. Warna merah dapat meningkatkan adrenalin, mempercepat detak jantung, dan membuat seseorang lebih waspada serta bersemangat. Hal ini selaras dengan tradisi Imlek yang ingin memulai tahun baru dengan energi positif dan optimisme tinggi.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com