Warna-warni Ramadan Global, Dari Permainan Cincin di Irak hingga Ritual Padusan di Indonesia

lifestyle.fin.co.id - 28/01/2026, 13:43 WIB

Warna-warni Ramadan Global, Dari Permainan Cincin di Irak hingga Ritual Padusan di Indonesia

Ramadan bukan sekadar ibadah puasa. Dari permainan cincin di Irak hingga ritual mandi atau padusan di Indonesia. Foto:ANT

fin.co.id - Bulan suci Ramadan selalu menghadirkan atmosfer yang berbeda di setiap sudut bumi. Meski esensi ibadahnya sama—menahan lapar, dahaga, dan hawa nafsu—setiap bangsa memiliki cara unik untuk merayakannya. Akulturasi budaya lokal dengan nilai religius menciptakan tradisi-tradisi ikonik yang hanya bisa kita temukan setahun sekali.

Menjelang Ramadan 1447 Hijriah yang diprediksi jatuh pada Februari 2026, mari mengintip bagaimana komunitas Muslim di berbagai negara menyambut dan mengisi bulan penuh berkah ini dengan kearifan lokal mereka.

Uni Emirat Arab dan Teluk: Pesta Kecil Haq Al Laila

Jauh sebelum hilal Ramadan tampak, masyarakat di Uni Emirat Arab sudah memulai kemeriahan melalui Haq Al Laila. Tradisi ini berlangsung sekitar dua minggu sebelum puasa dimulai. Anak-anak menjadi aktor utama dalam tradisi ini. Mengenakan pakaian tradisional yang cerah, mereka berkeliling lingkungan membawa tas anyaman sambil mendendangkan lagu-lagu pujian.

Warga akan menyambut mereka dengan membagikan kacang-kacangan dan permen. Tradisi serupa juga muncul di tengah bulan Ramadan di Irak dan Kuwait dengan nama Gargee’an. Selain sebagai bentuk syukur, kegiatan ini melambangkan kegembiraan kolektif dalam menyambut tamu agung bernama Ramadan.

Indonesia: Pembersihan Diri Lahir dan Batin

Di Indonesia, tradisi menyambut Ramadan sangat kental dengan penghormatan kepada leluhur dan penyucian diri. Masyarakat Jawa mengenal Nyekar, yakni berziarah ke makam keluarga untuk berdoa dan membersihkan pusara. Ritual ini menjadi momen refleksi sekaligus pengingat akan asal-usul sebelum memasuki bulan yang suci.

Tak hanya itu, ada pula tradisi Padusan. Warga akan mendatangi sumber mata air alami atau sungai untuk berendam dan mandi besar. Secara filosofis, Padusan merupakan simbol pembersihan jiwa dan raga agar seseorang berada dalam kondisi "suci" saat mulai menjalankan ibadah puasa.

Irak: Ketegangan dan Tawa dalam Permainan Mheibes

Ramadan di Irak tidak lengkap tanpa permainan Mheibes. Setelah santap iftar (buka puasa), pria dari berbagai usia akan berkumpul untuk adu ketangkasan dalam menebak. Permainan ini melibatkan dua tim besar; satu tim harus menyembunyikan sebuah cincin di tangan salah satu anggotanya, sementara tim lawan harus menebak siapa pemegangnya.

Menariknya, penebak hanya boleh mengandalkan pengamatan tajam terhadap ekspresi wajah dan bahasa tubuh lawan. Permainan warisan era Kekhalifahan Abbasiyah ini bukan sekadar hiburan, melainkan perekat silaturahmi yang mampu menghidupkan suasana malam Ramadan hingga menjelang sahur.

Mesir: Lentera Fanous yang Legendaris

Menambahkan dimensi global, Mesir memiliki tradisi Fanous (lentera hias). Sejak zaman Dinasti Fatimiyah, jalanan di Kairo akan berubah menjadi lautan cahaya dari lentera warna-warni yang digantung di depan rumah dan toko. Anak-anak biasanya membawa lentera kecil sambil bernyanyi di jalanan, menciptakan pemandangan magis yang menjadi identitas Ramadan di negeri para nabi tersebut.

Turki: Tabuhan Drum Sang Mesaharati

Lina
Lina
Penulis

Penulis FIN.CO.ID