Trend . 29/01/2026, 09:15 WIB
Penulis : Ari Nur Cahyo | Editor : Ari Nur Cahyo
fin.co.id - Kalender astronomi pada Februari 2026 menawarkan sederet pemandangan langit yang memukau. Para pecinta astronomi dapat menyaksikan berbagai peristiwa menarik, mulai dari fase Bulan yang unik, hujan meteor berkecepatan tinggi, hingga puncaknya berupa fenomena Gerhana Matahari Cincin.
Peristiwa-peristiwa ini tidak hanya sekadar pemandangan indah, namun juga menjadi momentum penting bagi para peneliti dan pengamat langit untuk mempelajari pergerakan benda celestial. Melansir data dari situs astronomi In The Sky, berikut adalah jadwal lengkap fenomena langit yang akan menghiasi cakrawala sepanjang Februari 2026.
1. Pesona Bulan Purnama 'Snow Moon' (2 Februari 2026)
Februari dibuka dengan penampakan Bulan Purnama yang dikenal dengan sebutan Snow Moon atau Bulan Salju pada tanggal 2 Februari 2026. Nama ini berasal dari tradisi penduduk di belahan Bumi utara yang kerap menghadapi curah hujan salju tertinggi pada bulan kedua setiap tahunnya.
Pada momen ini, posisi Bulan berada tepat berseberangan dengan Matahari, sehingga seluruh permukaannya memantulkan cahaya secara maksimal ke Bumi. Masyarakat dapat menikmati pemandangan ini dengan mata telanjang mulai saat Matahari terbenam hingga fajar menyingsing keesokan harinya. Jika cuaca cerah, pantulan cahaya Bulan ini akan menerangi malam dengan sangat terang.
2. Puncak Hujan Meteor Alpha-Centaurid (8 Februari 2026)
Memasuki pekan kedua, tepatnya pada 8 Februari 2026, langit malam akan menjadi panggung bagi hujan meteor Alpha-Centaurid ($\alpha$-Centaurid). Fenomena ini muncul dari arah rasi bintang Centaurus di belahan langit selatan.
Alpha-Centaurid terkenal karena kecepatan luncuran meteornya yang sangat tinggi saat memasuki atmosfer Bumi. Meski intensitas atau jumlah meteor per jamnya tidak sebanyak hujan meteor Perseid, fenomena ini seringkali menghasilkan fireball atau bola api yang melintas cepat. Untuk mendapatkan pengalaman visual terbaik, pengamat sebaiknya mencari lokasi yang minim polusi cahaya dan memiliki pandangan luas ke arah cakrawala selatan.
3. Fase Bulan Kuartal Terakhir (9 Februari 2026)
Hanya berselang sehari setelah hujan meteor, Bulan akan memasuki fase kuartal terakhir pada 9 Februari 2026. Dalam fase ini, Bulan membentuk sudut $270^\circ$ terhadap Matahari. Akibatnya, penduduk Bumi hanya dapat melihat setengah bagian cakram Bulan yang terkena sinar Matahari.
Karakteristik fase ini adalah waktu terbitnya yang terjadi pada tengah malam. Oleh karena itu, Bulan kuartal terakhir akan tampak menggantung tinggi di langit saat menjelang subuh dan tetap terlihat hingga pagi hari sebelum akhirnya tenggelam oleh cahaya siang.
4. Fenomena Utama: Gerhana Matahari Cincin (17 Februari 2026)
Peristiwa yang paling dinantikan pada bulan ini adalah Gerhana Matahari Cincin pada 17 Februari 2026. Fenomena langka ini terjadi ketika Bulan melintas tepat di depan Matahari, namun karena jaraknya yang berada di titik terjauh dari Bumi (apogee), ukuran tampak Bulan menjadi lebih kecil daripada piringan Matahari.
Alhasil, Bulan tidak mampu menutup seluruh cahaya Matahari secara sempurna. Saat mencapai fase puncak, Matahari akan terlihat menyerupai "cincin api" yang bercahaya terang di sekeliling bayangan gelap Bulan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media