Seiring berjalannya waktu, dukungan terhadap Hari Hijab Sedunia terus mengalir dari berbagai tokoh publik, politisi, hingga selebritas mancanegara. Mereka menyadari bahwa edukasi adalah kunci utama untuk menghapus kebencian. Dengan memberikan kesempatan bagi non-Muslim untuk mencoba mengenakan hijab dalam sehari, batas-batas prasangka pun perlahan mulai runtuh.
Gerakan ini juga berhasil mendorong kebijakan yang lebih inklusif di beberapa negara terkait penggunaan atribut keagamaan. Meskipun perjuangan ini masih panjang, Hari Hijab Sedunia telah berhasil menanamkan benih pemahaman bahwa menghormati pilihan seorang perempuan adalah bagian dari menghormati hak asasi manusia itu sendiri.
Melalui peringatan tanggal 1 Februari ini, kita semua kembali diingatkan bahwa perdamaian dunia hanya bisa terwujud jika setiap individu mampu menghargai perbedaan yang ada di depan mata.(*).