Religi . 01/02/2026, 16:10 WIB

Puasa Nisfu Syaban dan Ayyamul Bidh Februari 2026: Jadwal, Niat, Hukum, dan Keutamaannya

Penulis : Gatot Wahyu  |  Editor : Gatot Wahyu

Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i sunnati Sya‘bāna lillāhi ta‘ālā.

Artinya:

“Aku niat puasa sunnah Syaban esok hari karena Allah Ta’ala.”

2. Niat Puasa Nisfu Syaban di Siang Hari

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hadzal-yaumi ‘an adā’i sunnati Sya‘bāna lillāhi ta‘ālā.

Artinya:

“Aku niat puasa sunnah Syaban hari ini karena Allah Ta’ala.”

Dalil dan Hukum Puasa Nisfu Syaban

Puasa Nisfu Syaban termasuk amalan sunnah dan tidak tergolong perbuatan yang dilarang. Dalam buku Mana Dalil Malam Nisfu Syaban? karya Ma’ruf Khozin dijelaskan bahwa puasa pada tanggal 15 Syaban termasuk dalam rangkaian hari purnama (Ayyamul Bidh) yang dianjurkan untuk berpuasa setiap bulan.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh Herdiansyah Achmad dalam buku Surga dengan Puasa, yang menegaskan bahwa puasa Nisfu Syaban memiliki dasar dan dianjurkan sebagai ibadah tambahan.

Rasulullah SAW juga diketahui memperbanyak puasa di bulan Syaban, sebagaimana disebutkan dalam berbagai riwayat.

Keistimewaan Puasa Nisfu Syaban

Bulan Syaban memiliki kedudukan istimewa karena berada di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Dalam kitab Nihayatuz Zain, Syekh Nawawi al-Bantani menjelaskan bahwa puasa Syaban sangat dicintai Rasulullah SAW, dan orang yang mengamalkannya berpeluang mendapatkan syafaat Nabi di hari kiamat.

Dengan menjalankan puasa Nisfu Syaban, umat Muslim diharapkan semakin siap secara spiritual menyambut Ramadhan.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com