fin.co.id - Perayaan Tahun Baru Imlek selalu identik dengan kemeriahan, warna merah, dan tentu saja perjamuan makan malam yang mewah. Namun, di balik lezatnya hidangan khas Tionghoa, terselip daftar panjang mengenai makanan yang dilarang muncul di atas meja. Bagi kaum mendang-mending dan generasi Z yang praktis, pertanyaan besar muncul yakni apakah pantangan makanan saat Imlek masih relevan di tahun 2026 ini? Jangan sampai kamu salah langkah dan dianggap membawa sial hanya karena salah memilih menu!
Tradisi Tionghoa percaya bahwa apa yang kita makan pada hari pertama tahun baru akan menentukan keberuntungan selama dua belas bulan ke depan. Budaya ini bukan sekadar soal rasa, melainkan simbolisme yang mendalam. Jika kamu mengabaikan aturan main ini, bersiaplah menghadapi tatapan tajam dari para tetua di keluarga besar. Mari kita bedah lebih dalam mana yang benar-benar esensial dan mana yang sudah mulai bergeser di era modern.
Daftar Makanan yang Diharamkan Muncul Saat Perjamuan Imlek
Jika kamu sedang menyusun menu untuk open house atau makan malam keluarga, pastikan daftar berikut ini tidak masuk dalam keranjang belanja kamu. Beberapa bahan makanan dipercaya memiliki energi negatif atau melambangkan kemunduran hidup.
1. Bubur
Bagi pecinta bubur ayam untuk sarapan, sebaiknya kamu menahan diri saat hari H Imlek. Dalam kepercayaan tradisional, bubur dianggap sebagai makanan orang miskin di masa lalu. Menyajikan bubur saat tahun baru dianggap sebagai doa agar hidup setahun ke depan penuh dengan kekurangan finansial. Pilihlah nasi putih yang pulen atau mi panjang umur sebagai penggantinya demi menjaga gengsi dan simbol kemakmuran keluarga.
2. Lobster dan Kepiting
Meski terlihat mewah dan mahal, lobster adalah pantangan besar bagi sebagian besar keluarga Tionghoa yang memegang teguh tradisi. Mengapa? Karena lobster berenang mundur. Makan lobster saat Imlek dikhawatirkan akan membuat karier atau bisnis kamu mengalami kemunduran atau jalan di tempat. Hal yang sama berlaku untuk kepiting yang berjalan miring. Jika ingin tetap menyajikan seafood, ikan utuh adalah pilihan paling aman dan membawa hoki maksimal.
3. Sayuran Putih
Sayuran seperti sawi putih atau kembang kol seringkali dihindari dalam porsi besar pada hari pertama. Putih adalah warna yang melambangkan kematian dan kedukaan dalam budaya Tionghoa. Suasana Imlek yang seharusnya penuh dengan merah dan emas bisa rusak secara simbolis jika meja makan didominasi oleh warna pucat. Pastikan kamumencampur sayuran dengan bahan berwarna cerah seperti wortel atau jamur hioko untuk menyeimbangkan energi visualnya.
Menjelang perayaan tahun baru ini, pastikan kamu melakukan audit menu sekarang juga. Hindari lobster, lupakan bubur untuk sementara, dan jauhkan sayuran yang terlalu pucat dari piring saji utama. Dengan menghormati pantangan makanan saat Imlek, kamu tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga membangun aura positif untuk menyambut peluang di tahun yang baru.