Struktur Rangka Baja Berkuatan Tinggi
Jetour sangat memperhatikan aspek keselamatan dan daya tahan kendaraan. Jetour T2 menggunakan konstruksi rangka monokok yang sangat kokoh. Sekitar 80 persen dari total rangka mobil ini menggunakan material baja berkekuatan tinggi (high-strength steel).
Penggunaan material premium ini memberikan dua keuntungan sekaligus. Pertama, bodi mobil menjadi lebih rigid (kaku) sehingga mampu meredam benturan dengan lebih baik saat terjadi kecelakaan. Kedua, struktur ini meningkatkan kualitas kendali (handling) tanpa harus mengorbankan kenyamanan penumpang di dalam kabin. Mobil tetap terasa tenang dan minim getaran meski sedang melibas jalur yang berat.
Fitur Modern untuk Para Petualang
Sebagai SUV modern, Jetour T2 membawa sederet fitur futuristik yang memudahkan penggunanya. Salah satu fitur yang paling menarik adalah Wading Radar. Sensor ini bertugas mendeteksi kedalaman air saat mobil melintasi genangan atau sungai kecil. Fitur ini memberikan rasa aman bagi pengemudi untuk mengetahui apakah jalur tersebut aman untuk dilewati atau tidak.
Selain itu, sektor pencahayaan juga menjadi perhatian utama. Jetour menyematkan lampu Matrix LED yang mampu memberikan jangkauan sorot cahaya hingga 300 meter. Visibilitas luas ini sangat krusial saat pengemudi melakukan perjalanan di malam hari atau di area hutan yang minim penerangan jalan.
Untuk urusan manuver, pengemudi terbantu oleh kehadiran kamera 360 derajat. Layar di dalam kabin akan menampilkan sudut pandang menyeluruh di sekitar kendaraan. Fitur ini sangat berguna saat pengemudi harus memarkir mobil di ruang sempit atau saat merayap di jalan setapak yang penuh rintangan batu besar.
Kehadiran Jetour T2 memang membawa warna baru dalam peta persaingan SUV di Indonesia. Meskipun insiden di Tol Jagorawi memberikan kabar duka, namun secara spesifikasi dan harga, mobil ini tetap menjadi kandidat kuat bagi mereka yang mendambakan performa off-road dengan fitur teknologi terkini.(*).