Trend . 04/02/2026, 09:34 WIB
Penulis : Ari Nur Cahyo | Editor : Ari Nur Cahyo
fin.co.id - Media sosial, khususnya TikTok, kembali melahirkan tren kebugaran yang mencuri perhatian publik. Kali ini, para pengguna ramai memperbincangkan metode "6-6-6 walking workout challenge". Teknik ini muncul sebagai jawaban cerdas bagi masyarakat urban yang kerap mengeluhkan sulitnya mencari waktu luang untuk berolahraga di tengah padatnya aktivitas harian.
Metode jalan kaki 6-6-6 bukan sekadar aktivitas berjalan santai tanpa arah. Skema ini menawarkan struktur latihan yang terukur namun tetap fleksibel. Mike Julom, seorang atlet Crossfit sekaligus pelatih bersertifikat ACE, menyebutkan bahwa metode ini bertujuan untuk memaksimalkan efektivitas latihan dalam durasi yang masuk akal bagi pekerja kantoran maupun individu sibuk.
Julom menegaskan bahwa efisiensi adalah kunci utama dari populernya tren ini. Kepada Healthline, ia menjelaskan bahwa rancangan latihan ini sengaja dibuat singkat dan sederhana agar siapa pun bisa menyisipkan rutinitas fisik ke dalam jadwal mereka yang paling padat sekalipun.
Membedah Teknik Jalan Kaki 6-6-6 yang Efektif
Meski terdengar mistis karena angkanya, metode ini sebenarnya merujuk pada pembagian durasi dan frekuensi latihan. Pada dasarnya, para pelaku olahraga ini akan melakukan sesi jalan kaki selama total 60 menit. Namun, kunci keberhasilannya terletak pada pembagian intensitas yang dilakukan dalam satu sesi tersebut.
Julom menyarankan agar setiap individu tidak langsung memacu kecepatan tinggi sejak awal. Pada 6 menit pertama, Anda sebaiknya berjalan dengan tempo lambat. Fase ini berfungsi sebagai pemanasan untuk menyiapkan otot-otot kaki dan sendi agar tidak mengalami cedera saat intensitas meningkat.
Setelah melewati fase pemanasan, barulah Anda meningkatkan kecepatan ke tingkat brisk pace atau jalan cepat. Pada fase inti ini, detak jantung akan meningkat dan sistem kardiovaskular mulai bekerja ekstra keras membakar kalori. Langkah kaki yang cepat dan bertenaga menjadi motor utama dalam proses pembakaran lemak tubuh.
Sebagai penutup, latihan harus berakhir dengan 6 menit pendinginan (cool down). Fase ini krusial untuk membantu pemulihan otot dan menurunkan detak jantung secara bertahap kembali ke kondisi normal. Dengan pola 6 menit awal dan 6 menit akhir yang terkontrol, tubuh tetap terjaga kondisinya meskipun melakukan aktivitas fisik yang intens di bagian tengah sesi.
Mengapa Harus Mencoba Metode Ini?
Fleksibilitas menjadi keunggulan absolut dari jalan kaki 6-6-6. Banyak praktisi menyarankan agar aktivitas ini berlangsung pada pagi hari sebelum berangkat kerja atau sore hari setelah menyelesaikan urusan kantor. Dengan menentukan waktu yang tetap, Anda bisa membangun kedisiplinan tanpa harus merasa terbebani oleh peralatan gimnastik yang mahal.
Selain itu, metode ini secara otomatis membantu Anda melampaui rekomendasi standar olahraga mingguan. Organisasi kesehatan dunia umumnya menyarankan aktivitas fisik minimal 150 menit per minggu. Jika Anda melakukan jalan kaki 60 menit ini sebanyak tiga kali saja dalam sepekan, Anda sudah mengantongi 180 menit aktivitas fisik.
Jumlah tersebut sudah lebih dari cukup untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang signifikan, mulai dari menjaga kesehatan jantung, memperbaiki suasana hati (mood), hingga menurunkan berat badan secara konsisten. Konsistensi inilah yang seringkali gagal diraih oleh mereka yang mencoba latihan berat namun hanya sanggup bertahan selama satu minggu.
Dampak Bagi Penurunan Berat Badan
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media