Fase Gerhana Sebagian Berakhir: Pukul 21:27 WIB
Melihat jadwal tersebut, puncak keindahan "cincin api" akan terjadi pada malam hari waktu Jakarta. Hal ini mengonfirmasi posisi geografis Indonesia dalam fenomena kali ini.
Lokasi Pengamatan: Apakah Indonesia Bisa Melihat?
Merujuk pada data resmi National Aeronautics and Space Administration (NASA), jalur utama (path of annularity) gerhana Matahari cincin kali ini sebagian besar melintasi wilayah Antartika. Sementara itu, penduduk di sebagian wilayah Afrika, Amerika Selatan, serta kawasan Samudera Pasifik, Atlantik, dan Hindia dapat menyaksikan gerhana dalam bentuk sebagian.
Lantas, bagaimana dengan Indonesia? Sayangnya, masyarakat di Tanah Air tidak dapat menyaksikan gerhana Matahari cincin pada 17 Februari 2026 ini. Indonesia tidak masuk ke dalam wilayah perlintasan bayangan Bulan, sehingga Matahari akan tampak normal seperti hari-hari biasanya di langit nusantara. Meskipun demikian, pecinta astronomi di Indonesia tetap bisa memantau fenomena ini melalui siaran langsung secara daring yang biasanya disediakan oleh lembaga antariksa dunia.
Panduan Keamanan Pengamatan
Bagi Anda yang berada di wilayah perlintasan gerhana, para ahli sangat melarang keras pengamatan langsung ke arah Matahari tanpa alat bantu. Menatap Matahari secara telanjang saat gerhana berlangsung dapat menyebabkan kerusakan permanen pada retina mata, bahkan berujung pada kebutaan mendadak.
Penting untuk mencatat bahwa kacamata hitam (sunglasses) biasa tidak cukup kuat untuk melindungi mata. Kacamata tersebut tidak mampu menyaring radiasi inframerah berbahaya yang dipancarkan oleh Matahari. Para pengamat wajib menggunakan kacamata khusus gerhana yang memenuhi standar internasional atau menggunakan metode proyeksi lubang jarum (pinhole) untuk melihat fenomena ini secara tidak langsung.
Keamanan tetap menjadi prioritas utama dalam menikmati setiap fenomena antariksa. Pastikan Anda mengikuti panduan dari otoritas setempat jika berencana melakukan observasi lapangan. (*).