Apakah Menangis Bisa Membatalkan Puasa Ramadan? Yuk, Jawab Keraguanmu

lifestyle.fin.co.id - 07/02/2026, 11:05 WIB

Apakah Menangis Bisa Membatalkan Puasa Ramadan? Yuk, Jawab Keraguanmu

Menangis, Image: Pexels / Pixabay

Namun demikian, sebagian ulama mengingatkan bahwa jika menangis disertai dengan tindakan lain, misalnya berteriak-teriak berlebihan, meratap, atau mengucapkan kata-kata kotor, maka hal tersebut dapat mengurangi pahala puasa. Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Puasa bukan sekadar menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menahan diri dari perkataan sia-sia dan perbuatan buruk.”

Terjemahan hadis ini menegaskan bahwa kualitas puasa tidak hanya diukur dari sah atau tidaknya secara hukum, tetapi juga dari sejauh mana seseorang menjaga akhlak dan perilakunya selama berpuasa.

Menangis dan Dampaknya terhadap Pahala Puasa

Secara fikih, menangis tidak membatalkan puasa. Namun dari sisi spiritual, konteks menangis menjadi penting untuk diperhatikan.

Menangis karena takut kepada Allah, karena penyesalan atas dosa, atau karena tersentuh ayat Al-Qur’an justru dipandang sebagai hal yang terpuji.

Tangisan semacam ini tidak hanya tidak merusak puasa, tetapi bahkan dapat menambah nilai spiritual ibadah.

Sebaliknya, menangis karena amarah yang tidak terkendali atau disertai makian dan keluhan berlebihan dapat mengurangi kesempurnaan pahala puasa.

Dalam hal ini, yang menjadi masalah bukanlah tangisannya, melainkan sikap batin dan ucapan yang menyertainya.

Penjelasan Ilmiah tentang Menangis

Dari sudut pandang ilmu pengetahuan modern, menangis merupakan respons fisiologis dan psikologis yang normal.

Air mata berfungsi menjaga kesehatan mata, melumasi permukaan mata, serta membantu tubuh melepaskan ketegangan emosional.

Tidak ada proses biologis dalam menangis yang menyebabkan asupan zat ke dalam tubuh.

Bahkan, beberapa penelitian psikologi menunjukkan bahwa menangis dapat membantu mengurangi stres dan menstabilkan emosi.

Dalam konteks puasa, menjaga kestabilan emosi justru penting agar tubuh dan pikiran tetap seimbang selama menahan lapar dan haus.

Makruf
Makruf
Penulis

Penulis FIN.CO.ID