Trend . 09/02/2026, 11:58 WIB

Cara Menjaga Berat Badan Tetap Ideal Selama Ramadan

Penulis : Makruf  |  Editor : Makruf

fin.co.id - Bulan Ramadan bukan hanya momen spiritual, tetapi juga periode yang berpengaruh pada pola makan dan berat badan. Banyak orang mengalami kenaikan atau penurunan berat badan drastis karena perubahan kebiasaan makan. Menjaga berat badan tetap ideal selama puasa bukan hanya soal estetika, tetapi juga kesehatan tubuh dan stamina harian.

Perhatikan Porsi Makan Saat Sahur

Sahur adalah waktu utama untuk menyiapkan energi sepanjang hari. Mengonsumsi porsi makan terlalu sedikit membuat tubuh cepat lelah, sementara porsi berlebihan bisa menimbulkan penumpukan kalori. Pilihlah makanan dengan kandungan protein tinggi seperti telur, kacang-kacangan, atau yogurt, serta karbohidrat kompleks seperti oat, roti gandum, atau kentang rebus. Karbohidrat kompleks dicerna lebih lambat sehingga energi bertahan lebih lama.

Hindari Makanan Tinggi Gula dan Lemak Saat Buka

Buka puasa sering kali diwarnai makanan manis dan gorengan. Meskipun menggoda, makanan tinggi gula dan lemak mudah menambah kalori berlebih dan menyebabkan penumpukan lemak. Harvard Health Publishing menekankan bahwa gula berlebih meningkatkan risiko obesitas dan fluktuasi energi, sementara lemak jenuh memperlambat metabolisme. Pilih makanan buka yang seimbang antara karbohidrat, protein, sayuran, dan buah.

Minum Cukup Air

Dehidrasi dapat memicu rasa lapar palsu dan membuat tubuh menahan cairan sehingga berat badan tampak naik sementara. Minumlah 8–10 gelas air antara buka puasa hingga sahur, dan hindari minuman manis atau bersoda yang menambah kalori kosong. Menurut studi di Journal of Human Nutrition and Dietetics, hidrasi yang cukup membantu mengontrol nafsu makan dan menjaga metabolisme tubuh.

Tetap Aktif dengan Olahraga Ringan

Puasa tidak berarti harus berhenti bergerak. Olahraga ringan seperti jalan kaki, yoga, atau peregangan setelah buka puasa dapat membantu membakar kalori, menjaga massa otot, dan meningkatkan metabolisme. Hindari olahraga berat saat perut kosong karena bisa menyebabkan pusing atau kelelahan.

Konsumsi Serat Tinggi

Sayuran, buah, dan biji-bijian tinggi serat membantu kenyang lebih lama, menjaga pencernaan, dan mengontrol kadar gula darah. Serat juga mengurangi keinginan mengemil makanan tinggi kalori antara buka dan sahur. American Journal of Clinical Nutrition menyebutkan bahwa pola makan kaya serat efektif menurunkan risiko penambahan berat badan.

Batasi Cemilan Tidak Sehat

Cemilan manis, gorengan, atau makanan instan sering dikonsumsi setelah berbuka atau menjelang sahur. Batasi konsumsi cemilan ini dengan menggantinya buah, kacang, yogurt, atau biskuit gandum. Strategi ini membantu mengontrol asupan kalori harian dan menjaga berat badan tetap stabil.

Tetap Konsisten dengan Jam Makan

Puasa mengubah ritme makan, tetapi tetap konsisten dalam jadwal sahur dan buka membantu tubuh beradaptasi. Hindari makan larut malam atau langsung tidur setelah berbuka karena bisa menumpuk kalori dan mengganggu metabolisme.

Kesimpulan

Menjaga berat badan tetap ideal selama Ramadan bukan hanya soal mengurangi makan, tetapi lebih kepada memilih jenis makanan yang tepat, menjaga hidrasi, dan tetap aktif secara fisik. Dengan mengutamakan protein, karbohidrat kompleks, serat, dan menghindari makanan tinggi gula atau lemak jenuh, tubuh tetap bugar, energi stabil, dan risiko kenaikan berat badan berlebihan dapat diminimalkan. Puasa menjadi lebih sehat dan nyaman tanpa mengorbankan kontrol berat badan.

Referensi:

  1. Harvard Health Publishing

  2. American Journal of Clinical Nutrition

  3. Journal of Human Nutrition and Dietetics

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com