Trend . 13/02/2026, 13:30 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Menjelang Lebaran, kebutuhan rumah tangga cenderung meningkat secara signifikan. Mulai dari bahan makanan, pakaian baru, kue kering, hingga kebutuhan mudik, semuanya memerlukan perencanaan matang. Tanpa strategi yang tepat, pengeluaran bisa membengkak dan mengganggu kondisi keuangan setelah hari raya.
Fenomena peningkatan konsumsi menjelang hari besar keagamaan telah banyak dikaji dalam bidang ekonomi perilaku. Dalam laporan Consumer Expenditure Survey oleh U.S. Bureau of Labor Statistics disebutkan bahwa pengeluaran rumah tangga cenderung meningkat tajam menjelang musim perayaan. Kondisi ini menunjukkan bahwa belanja emosional sering kali mengambil alih keputusan rasional.
Agar dompet tidak jebol, diperlukan perencanaan berbasis data, disiplin finansial, dan kesadaran psikologis dalam mengelola pengeluaran.
Langkah pertama adalah menyusun anggaran khusus Lebaran. Daftar kebutuhan perlu ditulis secara rinci, mulai dari zakat, sedekah, kebutuhan dapur, pakaian, hingga transportasi.
Prinsip perencanaan anggaran ini selaras dengan konsep zero-based budgeting yang dijelaskan dalam Harvard Business Review, yaitu setiap pengeluaran harus memiliki tujuan yang jelas. Dengan anggaran tertulis, keputusan belanja menjadi lebih terkontrol dan tidak impulsif.
Salah satu penyebab dompet jebol adalah sulit membedakan kebutuhan dan keinginan. Diskon besar dan promo terbatas sering memicu pembelian impulsif.
Penelitian dalam Journal of Consumer Research menunjukkan bahwa emosi positif saat melihat promo dapat mengurangi kontrol diri dalam pengambilan keputusan finansial. Oleh karena itu, sebelum membeli sesuatu, tanyakan apakah barang tersebut benar-benar diperlukan atau hanya sekadar mengikuti tren.
Fokus pada kebutuhan pokok dan tradisi inti keluarga akan membantu menjaga stabilitas keuangan.
Promo dan diskon menjelang Lebaran memang menggiurkan. Namun, belanja cerdas berarti memanfaatkan promo yang relevan dengan daftar kebutuhan, bukan membeli barang hanya karena potongan harga.
Studi dalam Journal of Marketing Research menjelaskan bahwa konsumen cenderung membelanjakan lebih banyak ketika merasa mendapatkan keuntungan diskon, meskipun sebenarnya tidak membutuhkan produk tersebut. Karena itu, strategi terbaik adalah membandingkan harga, membaca syarat promo, dan tetap berpegang pada anggaran.
Godaan menggunakan kartu kredit atau layanan paylater sering meningkat menjelang Lebaran. Padahal, utang konsumtif dapat membebani keuangan setelah hari raya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media