Menu Buka Puasa yang Sebaiknya Dihindari jika Punya Kondisi Medis Tertentu

lifestyle.fin.co.id - 14/02/2026, 12:24 WIB

Menu Buka Puasa yang Sebaiknya Dihindari jika Punya Kondisi Medis Tertentu

Sahur Terlambat, Image: DALL·E 3

fin.co.id - Berbuka puasa adalah momen yang paling dinanti setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Namun, bagi sebagian orang yang memiliki kondisi medis tertentu, pilihan menu saat berbuka tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Kesalahan memilih makanan justru dapat memicu gangguan kesehatan yang lebih serius.

Secara umum, tubuh yang berpuasa selama sekitar 12–14 jam mengalami perubahan metabolisme. Kadar gula darah menurun, produksi asam lambung dapat meningkat, dan tubuh mulai menggunakan cadangan energi. Karena itu, makanan pertama yang masuk saat berbuka sangat menentukan respons tubuh selanjutnya.

Penderita Diabetes

Bagi penderita diabetes, lonjakan gula darah setelah berbuka merupakan risiko utama. Menu yang sebaiknya dihindari antara lain:

  • Minuman manis tinggi gula seperti sirup, es buah dengan gula tambahan, dan soda

  • Kue manis bertepung putih

  • Makanan dengan indeks glikemik tinggi dalam jumlah besar

American Diabetes Association dalam pedoman “Standards of Care in Diabetes” menekankan bahwa konsumsi gula sederhana dalam jumlah besar dapat menyebabkan lonjakan glukosa darah secara cepat. Lonjakan ini meningkatkan risiko hiperglikemia dan komplikasi jangka panjang.

Pilihan makanan tinggi serat dan protein lebih dianjurkan karena membantu memperlambat penyerapan gula. Berbuka dengan porsi kecil terlebih dahulu juga membantu menjaga stabilitas kadar glukosa.

Penderita Maag atau Gangguan Lambung

Bagi penderita gastritis atau asam lambung, makanan tertentu dapat memicu nyeri dan sensasi terbakar. Menu yang sebaiknya dihindari meliputi:

  • Makanan pedas berlebihan

  • Gorengan tinggi lemak

  • Minuman berkafein

  • Makanan asam seperti cuka dan acar

Menurut publikasi di “World Journal of Gastroenterology”, makanan berlemak tinggi dapat memperlambat pengosongan lambung dan memperburuk refluks asam. Setelah puasa panjang, lambung yang kosong lebih sensitif terhadap iritasi.

Berbuka dengan makanan ringan, hangat, dan rendah lemak seperti kurma secukupnya serta air putih dapat membantu lambung beradaptasi kembali.

Penderita Hipertensi

Penderita tekanan darah tinggi perlu memperhatikan asupan natrium. Menu berbuka yang tinggi garam sebaiknya dihindari, seperti:

  • Makanan olahan dan instan

  • Gorengan asin

  • Makanan cepat saji

Makruf
Makruf
Penulis

Penulis FIN.CO.ID