World Health Organization dalam laporan “Guideline: Sodium Intake for Adults and Children” menyatakan bahwa konsumsi natrium berlebih berkaitan langsung dengan peningkatan tekanan darah dan risiko penyakit kardiovaskular.
Mengurangi konsumsi makanan tinggi garam saat berbuka dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil selama Ramadan.
Penderita Penyakit Jantung
Bagi penderita penyakit jantung, makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans sebaiknya dihindari. Contohnya:
-
Gorengan dalam jumlah besar
-
Daging berlemak tinggi
-
Makanan bersantan pekat berlebihan
British Heart Foundation dalam panduannya tentang pola makan sehat untuk jantung menekankan pentingnya menghindari lemak jenuh berlebihan karena dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah.
Menu berbuka yang ringan dan seimbang membantu mencegah beban berlebih pada sistem kardiovaskular setelah periode puasa.
Penderita Gangguan Ginjal
Penderita penyakit ginjal kronis harus lebih berhati-hati dalam mengatur asupan cairan dan elektrolit. Makanan tinggi kalium dan fosfor dalam jumlah besar bisa berisiko, terutama tanpa pengawasan medis.
National Kidney Foundation dalam pedoman nutrisi untuk penyakit ginjal menyebutkan bahwa kontrol ketat terhadap mineral tertentu sangat penting untuk mencegah komplikasi.
Karena itu, konsultasi dengan tenaga medis sebelum menjalani puasa sangat dianjurkan bagi penderita gangguan ginjal.
Pentingnya Konsultasi dan Pengaturan Porsi
Selain menghindari jenis makanan tertentu, pengaturan porsi juga berperan besar. Makan berlebihan saat berbuka dapat membebani sistem pencernaan dan metabolisme. Tubuh yang telah beristirahat dari proses pencernaan selama berjam-jam memerlukan adaptasi bertahap.
Membagi waktu berbuka menjadi dua tahap, yaitu makanan ringan terlebih dahulu lalu makan utama setelah salat Magrib, sering direkomendasikan dalam berbagai panduan kesehatan global selama Ramadan.