Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘ataini ma’mūman lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Aku niat salat sunnah Tarawih dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta‘ala.”
Dalam praktiknya, Tarawih dikerjakan dua rakaat salam, kemudian diulang sesuai jumlah rakaat yang ditentukan, baik 8, 11, maupun 23 rakaat, sesuai kebiasaan masing-masing masjid.
Niat Salat Tarawih sebagai Imam
Seorang imam juga menanamkan niat dalam hati sebelum memulai salat. Berikut redaksi niat yang lazim dilafalkan:
Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘ataini imāman lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Aku niat salat sunnah Tarawih dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta‘ala.”
Perbedaan niat antara imam dan makmum terletak pada penyebutan posisi dalam salat, yakni imāman untuk imam dan ma’mūman untuk makmum.
Secara prinsip, inti niat tetap sama, yaitu melaksanakan salat sunnah Tarawih karena Allah.
Jumlah Rakaat dan Praktiknya
Di berbagai negara Muslim, jumlah rakaat Tarawih dapat berbeda.
Sebagian melaksanakan 8 rakaat ditambah 3 rakaat Witir, sementara sebagian lain 20 rakaat ditambah 3 rakaat Witir.
Perbedaan ini sudah berlangsung sejak masa sahabat dan dipahami sebagai keluasan dalam syariat.
Yang terpenting bukanlah jumlah rakaatnya, melainkan kekhusyukan dan konsistensi dalam beribadah.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa melaksanakan qiyam Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” Qiyam Ramadan di sini mencakup salat Tarawih.