Religi . 17/02/2026, 10:27 WIB

Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026: Cek Jadwal, Lokasi, dan Tahapannya

Penulis : Ari Nur Cahyo  |  Editor : Ari Nur Cahyo

fin.co.id - Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia menggelar Sidang Isbat untuk menetapkan awal puasa Ramadan 1447 Hijriah atau tahun 2026 Masehi. Agenda krusial ini berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta, pada hari ini, Selasa 17 Februari 2026.

Pemerintah melaksanakan sidang ini sebagai bentuk pelayanan kepada umat Islam dalam memberikan kepastian waktu memulai ibadah puasa. Berdasarkan regulasi terbaru, penyelenggaraan sidang memiliki dasar hukum kuat melalui Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 1 Tahun 2026. Aturan tersebut mengatur integrasi metode hisab dan rukyatulhilal serta penggunaan kriteria imkanur rukyat MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

Jadwal dan Lokasi Pelaksanaan

Masyarakat dapat memantau perkembangan hasil sidang yang dimulai sejak sore hari. Berikut adalah rincian jadwal pelaksanaan Sidang Isbat:

Hari/Tanggal: Selasa, 17 Februari 2026

Waktu: Mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai

Lokasi: Auditorium H.M. Rasjidi, Gedung Kemenag, Jakarta Pusat.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menjelaskan bahwa Sidang Isbat merupakan mekanisme resmi yang melibatkan berbagai elemen penting. Acara ini dihadiri oleh Menteri Agama, Wakil Menteri Agama, pimpinan Komisi VIII DPR RI, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), perwakilan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, hingga duta besar negara sahabat.

Kemenag membagi proses persidangan ke dalam empat tahapan utama. Pertama, Tim Hisab Rukyat Kemenag memaparkan posisi hilal secara astronomis. Kedua, pimpinan sidang menerima laporan hasil pengamatan (rukyat) dari berbagai titik di seluruh penjuru Indonesia.

Ketiga, para ulama dan pakar astronomi melaksanakan sidang tertutup untuk menetapkan fatwa awal bulan. Terakhir, Menteri Agama akan mengumumkan hasil keputusan secara resmi melalui konferensi pers yang disiarkan langsung ke seluruh masyarakat.

Mengenai data astronomis, Arsad menyebutkan bahwa posisi hilal pada saat Matahari terbenam tanggal 17 Februari 2026 di seluruh wilayah Indonesia berada pada rentang -2° 24.71' sampai 0° 58.08'. Sementara itu, sudut elongasi terpantau antara 0° 56.39' sampai 1° 53.60'.

"Secara perhitungan, posisi ini belum memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS," ujar Arsad dalam keterangannya di Jakarta.

Arsad menambahkan bahwa ijtimak (konjungsi) diperkirakan baru terjadi pada 17 Februari 2026 pukul 19.01 WIB. Karena posisi hilal masih berada di bawah kriteria minimum MABIMS (ketinggian hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat), ada kemungkinan besar bulan Syakban akan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal).

Prediksi Awal Puasa Pemerintah

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com