Tanda-Tanda Lailatul Qadar di Sepuluh Malam Terakhir Ramadan

lifestyle.fin.co.id - 19/02/2026, 13:59 WIB

Tanda-Tanda Lailatul Qadar di Sepuluh Malam Terakhir Ramadan

Malam Lailatul Qadar, Image: DALL·E 3

fin.co.id - Lailatul Qadar adalah malam yang selalu dinanti pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Dalam Al-Qur’an, malam ini disebut sebagai malam yang “lebih baik dari seribu bulan.” Ungkapan tersebut terdapat dalam Surah Al-Qadr ayat 3, yang secara makna diterjemahkan, “Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.” Pernyataan ini memberi gambaran betapa agungnya nilai ibadah yang dilakukan pada malam tersebut.

Sepanjang sejarah Islam, umat Muslim diajak untuk bersungguh-sungguh mencari malam ini, khususnya pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan. Nabi Muhammad menganjurkan peningkatan ibadah pada periode tersebut. Dalam riwayat Sahih al-Bukhari disebutkan bahwa ketika memasuki sepuluh malam terakhir, beliau “mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.” Ungkapan ini menunjukkan kesungguhan dan fokus penuh dalam ibadah.

Waktu Terjadinya Lailatul Qadar

Tidak ada tanggal pasti yang diumumkan secara eksplisit dalam nash. Dalam Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim, diriwayatkan bahwa Nabi menganjurkan umatnya untuk mencari Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadan. Pesan ini diterjemahkan secara makna sebagai, “Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadan.”

Ketidakpastian tanggal ini justru mengandung hikmah. Umat Muslim didorong untuk konsisten beribadah sepanjang sepuluh malam terakhir, bukan hanya terpaku pada satu malam tertentu. Tradisi i’tikaf di masjid pun berkembang dari semangat ini, sebagai bentuk pengasingan diri dari urusan duniawi demi mendekatkan diri kepada Allah.

Tanda-Tanda Lailatul Qadar Berdasarkan Hadis

Malam yang Tenang dan Penuh Kedamaian

Beberapa riwayat menyebutkan bahwa malam Lailatul Qadar terasa tenang, tidak panas dan tidak dingin secara ekstrem. Suasana malam digambarkan damai dan menenangkan. Dalam sebagian riwayat, disebutkan bahwa malam itu cerah dan penuh ketenangan hingga terbit fajar.

Ketenangan ini sering dipahami sebagai suasana spiritual yang mendalam. Banyak orang merasakan kekhusyukan yang berbeda, seolah hati lebih mudah tersentuh dan doa terasa lebih dekat untuk dikabulkan.

Matahari Terbit dengan Cahaya Lembut

Salah satu tanda yang cukup populer terdapat dalam riwayat Sahih Muslim. Disebutkan bahwa pada pagi harinya, matahari terbit tanpa sinar yang menyilaukan. Dalam terjemahan maknanya, matahari muncul dengan cahaya yang lembut dan tidak memancarkan sinar tajam seperti biasanya.

Fenomena ini dipahami sebagai tanda alamiah yang menyertai malam tersebut. Umat Islam di berbagai belahan dunia kerap mengamati suasana fajar pada hari-hari ganjil Ramadan dengan harapan dapat mengenali ciri ini.

Turunnya Malaikat dan Penuh Keberkahan

Dalam Surah Al-Qadr ayat 4 disebutkan bahwa pada malam itu para malaikat turun ke bumi dengan izin Tuhan untuk mengatur segala urusan. Ayat ini diterjemahkan secara makna sebagai, “Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.”

Makruf
Makruf
Penulis

Penulis FIN.CO.ID