fin.co.id - Pernahkah kamu membayangkan ada kaitan erat antara Lampung dan Banten di masa lalu? Jika kamu sedang melipir ke arah Anyer, jangan cuma fokus ke pantainya saja. Di Kampung Cikoneng, Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang, berdiri kokoh sebuah bangunan yang menyimpan rahasia besar sejarah Islam. Masjid Daarul Falah, atau yang lebih populer dengan sebutan Masjid Cikoneng, bukan sekadar tempat ibadah biasa, melainkan simbol persaudaraan lintas pulau yang sudah terjalin berabad-abad lamanya.
Masjid ini menyimpan cerita heroik tentang bagaimana para pejuang dari Kerajaan Tulang Bawang, Lampung, datang ke tanah jawara untuk membantu Kesultanan Banten. Bayangkan, keturunan para utusan itu masih ada hingga sekarang dan menjaga warisan leluhur mereka di Desa Cikoneng. Inilah alasan mengapa masjid ini punya daya tarik magis bagi para pemburu wisata religi dan pecinta sejarah.
Misteri Tahun Berdiri: Warisan Zaman Sultan Maulana Hasanuddin
Bicara soal umur, Masjid Daarul Falah ini adalah salah satu yang tertua di Banten. Memang, tidak ada prasasti yang mencatat tanggal pastinya. Namun, para ahli sejarah dan tokoh masyarakat meyakini masjid ini sudah ada sejak era Sultan Maulana Hasanuddin memerintah Banten, tepatnya sekitar tahun 1552 hingga 1570. Artinya, bangunan ini sudah menyaksikan jatuh bangunnya wilayah Anyer selama ratusan tahun.
Pengurus Masjid Daarul Falah, Tengku Ibrahim, menceritakan bahwa silsilah pembangunan masjid ini didapat dari cerita turun-temurun yang sangat kuat. "Kalau terkait kapan pertama kali masjid ini dibangun, orang tua kami sampai kakek pun tidak tahu pasti. Namun berdasarkan data dan cerita yang ada, masjid ini dibangun pada zaman Maulana Hasanuddin," ungkapnya kepada tim redaksi.
Sejarah mencatat, saat itu Kesultanan Banten sedang menghadapi konflik dengan kelompok masyarakat Badui. Guna memperkuat lini pertahanan, Sultan meminta bantuan langsung kepada Kerajaan Tulang Bawang di Lampung. Hasilnya, Lampung mengirimkan empat puluh pekon atau kampung ke Banten. Inilah cikal bakal terbentuknya komunitas Lampung di Cikoneng yang masih bertahan hingga detik ini.
Arsitektur Unik: Simbol Empat Pekon Lampung di Tanah Banten
Meski sudah berusia ratusan tahun, Masjid Daarul Falah tetap tegak berdiri. Struktur bangunannya tidak sembarangan, karena setiap bagian memiliki filosofi mendalam. Salah satu yang paling menonjol adalah tiang-tiang masjid. Tahukah kamu? Tiang tersebut melambangkan empat pekon utama masyarakat Lampung yang bermukim di Anyer, yaitu Cikoneng, Bojong, Tegal, dan Salatuhur.
Uniknya, walaupun sudah mengalami empat kali renovasi besar, identitas aslinya tidak luntur. Pengelola sangat menjaga agar nilai sejarahnya tidak hilang ditelan material modern. Bagian depan masjid sengaja dibiarkan asli tanpa perubahan signifikan untuk menjaga aura masa lalunya tetap terasa bagi siapa saja yang datang berkunjung.
“Renovasi tidak mengubah bentuk atau fisik bangunan aslinya. Hanya ada beberapa penambahan, tetapi bagian depan tidak diubah sama sekali,” tambah Tengku Ibrahim. Hal ini jugalah yang membuat Masjid Cikoneng terasa sangat autentik dan menenangkan saat dijadikan tempat bersujud.
Miris! Berstatus Cagar Budaya Tapi Minim Perhatian Pemerintah
Sayangnya, di balik kemegahan sejarahnya, ada ganjalan yang dirasakan para pengurus. Sejak tahun 2022, Masjid Daarul Falah resmi menyandang status Cagar Budaya dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang. Namun, status mentereng tersebut nyatanya belum berbanding lurus dengan bantuan perawatan yang nyata dari pemerintah daerah.
Hingga saat ini, biaya perawatan dan perbaikan masjid masih murni mengandalkan swadaya masyarakat lokal. Warga bahu-membahu menyisihkan rezeki agar masjid bersejarah ini tetap nyaman digunakan untuk kegiatan keagamaan dan pusat belajar anak-anak di lingkungan sekitar.
Tengku Ibrahim menyayangkan sikap pemerintah yang sejauh ini hanya datang untuk keperluan administratif saja. “Kalau bicara soal cagar budaya, seharusnya ada peran pemerintah membantu perawatannya. Memang ada yang datang, tetapi hanya untuk dokumentasi, lalu tidak ada tindak lanjut. Permintaan bantuan belum pernah direalisasikan,” ujarnya dengan nada prihatin.