أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ لله تَعَالَى
Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: "Saya niat shalat sunah gerhana bulan dua rakaat karena Allah SWT."
2. Membaca Doa Iftitah, Ta’awudz, dan Al-Fatihah
Setelah takbir, bacalah doa iftitah sebagaimana shalat pada umumnya. Kemudian, lanjutkan dengan membaca Ta'awudz dan surat Al-Fatihah.
3. Membaca Surat Al-Qur'an secara Lantang (Jahr)
Berbeda dengan shalat gerhana matahari, shalat gerhana bulan disunnahkan untuk mengeraskan suara (jahr) saat membaca surat Al-Qur'an. Bacalah surat yang cukup panjang sesuai hafalan Anda.
4. Rukuk Pertama dan I'tidal
Lakukan rukuk pertama dengan durasi yang lebih lama dari shalat biasa. Setelah itu, bangkitlah untuk melakukan i'tidal.
5. Membaca Al-Fatihah dan Surat Kedua
Setelah i'tidal pertama, jangan langsung sujud. Anda harus berdiri kembali untuk membaca surat Al-Fatihah dan surat Al-Qur'an kedua. Pilihlah surat yang sedikit lebih pendek daripada surat pada poin sebelumnya.
6. Rukuk Kedua dan I'tidal Kedua
Lakukan rukuk untuk kedua kalinya dalam rakaat yang sama. Durasi rukuk kedua ini biasanya lebih singkat daripada rukuk pertama. Setelah itu, bangkitlah kembali untuk i'tidal yang kedua.