fin.co.id - Puasa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan haus. Bagi banyak orang, tantangan terbesarnya justru muncul di siang hari ketika tubuh mulai terasa berat, kepala terasa ringan, dan mata sulit terbuka. Aktivitas tetap berjalan seperti biasa, pekerjaan tidak berhenti, dan tanggung jawab keluarga terus menunggu. Kondisi ini sering membuat sebagian orang bertanya-tanya mengapa rasa lemas dan kantuk begitu mudah datang saat berpuasa.
Perubahan pola makan dan tidur menjadi penyebab utama. Tubuh yang biasanya menerima asupan energi setiap beberapa jam kini harus beradaptasi dengan jeda waktu yang panjang. Jika tidak diantisipasi dengan tepat, rasa lemas akan lebih cepat muncul.
Mengatur Pola Sahur agar Energi Stabil
Sahur memiliki peran penting dalam menjaga stamina. Banyak orang hanya makan sekadarnya karena masih mengantuk, padahal kualitas sahur sangat menentukan kondisi tubuh sepanjang hari.
Pilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah, gandum utuh, atau oatmeal. Jenis makanan ini dicerna lebih lambat sehingga energi dilepaskan secara bertahap. Tambahkan sumber protein seperti telur, ayam, ikan, tahu, atau kacang-kacangan untuk membantu mempertahankan rasa kenyang.
Harvard Health Publishing dalam panduannya tentang puasa Ramadan menekankan pentingnya keseimbangan nutrisi saat sahur. Mereka menyarankan kombinasi karbohidrat kompleks, protein, serta serat agar kadar gula darah lebih stabil dan tidak mudah turun drastis di siang hari.
Hindari makanan terlalu asin dan terlalu manis saat sahur karena dapat memicu rasa haus berlebihan dan lonjakan gula darah yang cepat turun.
Memastikan Asupan Cairan Cukup
Dehidrasi sering menjadi penyebab utama rasa lemas dan sulit berkonsentrasi. Ketika tubuh kekurangan cairan, tekanan darah bisa menurun dan aliran oksigen ke otak tidak optimal.
World Health Organization dalam pedoman hidrasi menyebutkan bahwa kecukupan cairan sangat penting untuk menjaga fungsi tubuh dan kinerja mental. Selama Ramadan, waktu minum memang terbatas, tetapi strategi pembagian waktu minum dapat membantu.
Minumlah air saat berbuka, setelah makan malam, sebelum tidur, dan saat sahur. Hindari langsung minum berlebihan sekaligus. Lebih baik sedikit demi sedikit namun konsisten.
Menjaga Kualitas dan Durasi Tidur
Perubahan jadwal tidur sering kali tidak disadari menjadi pemicu utama kantuk berlebihan. Waktu tidur malam berkurang karena ibadah malam dan persiapan sahur. Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, tubuh mengalami kekurangan tidur.
National Sleep Foundation menjelaskan bahwa kurang tidur dapat menurunkan fokus, memperlambat reaksi, dan meningkatkan rasa lelah. Dalam situasi Ramadan, tidur siang singkat sekitar 15 hingga 20 menit dapat membantu memulihkan energi tanpa membuat tubuh terasa semakin berat.