Trend . 12/03/2026, 08:43 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Bulan puasa sering kali membawa perubahan besar dalam rutinitas harian. Waktu makan yang bergeser ke malam dan dini hari membuat banyak orang harus bangun lebih awal untuk sahur, lalu kembali menjalani aktivitas sepanjang hari tanpa makan dan minum. Perubahan ini tidak jarang membuat pola tidur menjadi tidak teratur.
Banyak orang merasakan kantuk di siang hari, sulit tidur pada malam hari, atau merasa tubuh tidak segar meskipun sudah beristirahat. Hal ini terjadi karena jam biologis tubuh, atau yang dikenal sebagai ritme sirkadian, mengalami penyesuaian akibat perubahan jadwal makan dan tidur.
Ritme sirkadian merupakan sistem alami tubuh yang mengatur kapan seseorang merasa mengantuk dan kapan merasa terjaga. Sistem ini sangat dipengaruhi oleh cahaya, waktu makan, serta rutinitas harian. Ketika kebiasaan berubah secara tiba-tiba, tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi.
Sebuah kajian dalam jurnal Sleep Medicine Reviews menjelaskan bahwa perubahan jadwal tidur selama bulan puasa dapat memengaruhi kualitas tidur dan tingkat kewaspadaan pada siang hari. Meski demikian, kondisi tersebut biasanya bersifat sementara dan dapat diatasi dengan pengaturan pola tidur yang lebih baik.
Kurang tidur selama bulan puasa bukan hanya membuat tubuh lelah, tetapi juga dapat memengaruhi konsentrasi dan produktivitas. Orang yang tidurnya tidak cukup cenderung lebih mudah mengantuk, sulit fokus, dan merasa tidak berenergi saat menjalani aktivitas sehari-hari.
Selain itu, kualitas tidur yang buruk juga dapat berdampak pada sistem metabolisme tubuh. Penelitian yang dipublikasikan dalam Nature and Science of Sleep menyebutkan bahwa kurang tidur dapat memengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang.
Akibatnya, seseorang bisa merasa lebih lapar saat berbuka dan cenderung makan berlebihan. Kondisi ini tentu tidak ideal, terutama bagi mereka yang ingin menjaga kesehatan selama bulan puasa.
Karena itu, menjaga pola tidur tetap teratur menjadi hal penting agar tubuh tetap bugar selama menjalani ibadah puasa.
Menjaga kualitas tidur selama bulan puasa sebenarnya tidak terlalu sulit. Dengan beberapa penyesuaian kecil dalam rutinitas harian, tubuh bisa tetap mendapatkan waktu istirahat yang cukup.
Salah satu cara paling sederhana adalah dengan tidur lebih awal di malam hari. Jika biasanya seseorang tidur larut malam, cobalah memajukan waktu tidur sekitar satu hingga dua jam.
Langkah ini membantu tubuh mendapatkan waktu istirahat yang cukup sebelum harus bangun untuk sahur.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media