7 Dampak Buruk Begadang yang Tidak Kamu Sadari, Stop dari Sekarang

lifestyle.fin.co.id - 15/03/2026, 10:22 WIB

7 Dampak Buruk Begadang yang Tidak Kamu Sadari, Stop dari Sekarang

Begadang Picu Diabetes dan Penyakit Jantung? Image: DALL·E 3

Ketika seseorang sering begadang, produksi sel imun dapat menurun sehingga tubuh menjadi lebih mudah terserang penyakit. Flu, batuk, atau infeksi ringan bisa terjadi lebih sering pada orang yang kurang tidur.

Para peneliti dari National Institutes of Health menyatakan bahwa tidur yang cukup merupakan faktor penting dalam menjaga kekuatan sistem kekebalan tubuh.

Memicu Kenaikan Berat Badan

Banyak orang tidak menyadari bahwa begadang juga dapat memengaruhi berat badan. Kurang tidur dapat mengganggu keseimbangan hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang.

Akibatnya seseorang cenderung merasa lebih lapar, terutama terhadap makanan tinggi kalori seperti makanan manis atau makanan cepat saji. Selain itu, energi tubuh yang rendah membuat aktivitas fisik berkurang sehingga kalori lebih mudah menumpuk.

Kombinasi faktor ini membuat kebiasaan begadang sering dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas.

Menurunkan Kesehatan Mental

Kualitas tidur yang buruk memiliki hubungan erat dengan kondisi mental seseorang. Begadang dapat membuat suasana hati menjadi tidak stabil, mudah marah, dan lebih sensitif terhadap stres.

Dalam jangka panjang, kurang tidur juga dapat meningkatkan risiko gangguan kecemasan dan depresi. Otak yang tidak mendapatkan waktu istirahat cukup akan kesulitan mengatur emosi secara seimbang.

Banyak ahli kesehatan mental menekankan bahwa tidur berkualitas merupakan bagian penting dari kesehatan psikologis manusia.

Mempercepat Penuaan Kulit

Saat tidur, tubuh melakukan proses regenerasi sel secara alami, termasuk sel kulit. Proses ini membantu memperbaiki kerusakan akibat paparan sinar matahari, polusi, dan stres.

Jika seseorang sering begadang, proses regenerasi tersebut tidak berjalan optimal. Akibatnya kulit bisa terlihat lebih kusam, muncul lingkaran hitam di bawah mata, dan tanda-tanda penuaan muncul lebih cepat.

Kondisi ini sering disebut sebagai efek “sleep deprivation skin” dalam penelitian dermatologi modern.

Menurunkan Energi dan Produktivitas

Makruf
Makruf
Penulis

Penulis FIN.CO.ID