Kuliner . 15/03/2026, 17:16 WIB

Tips Agar Ketupat Tetap Pulen dan Tidak Cepat Basi 

Penulis : Rikhi Ferdian Herisetiana  |  Editor : Rikhi Ferdian Herisetiana

fin.co.id -  Ketupat bukan sekadar hidangan wajib saat Lebaran. ia adalah simbol kemenangan yang hadir dengan teknik memasak dan penyimpanan khusus. Pernahkah Anda bertanya mengapa ketupat selalu terlihat menggantung di dapur-dapur rumah usai dimasak? Ternyata, di balik pemandangan ikonik tersebut, tersimpan perpaduan antara logika sains dan kekayaan budaya Nusantara.

Agar ketupat di meja makan Anda tetap pulen, awet, dan tidak cepat basi, berikut adalah panduan lengkapnya:

1. Rahasia di Balik Tradisi "Gantung Ketupat"

Menggantung ketupat setelah direbus bukan sekadar kebiasaan turun-temurun. Secara teknis, ketupat yang baru matang memiliki kadar air yang sangat tinggi. Jika ditumpuk dalam wadah, air akan mengendap di bagian bawah, menciptakan kelembapan berlebih yang memicu bakteri pembusuk.

Dengan menggantungnya, sisa air perebusan dapat menetes sempurna. Sirkulasi udara yang merata memastikan kulit janur tetap kering, sehingga ketupat bisa bertahan lebih lama tanpa menjadi lembek.

2. Memilih Janur Termasuk Fondasi Ketahanan

Kunci ketupat yang cantik bermula dari kemasannya. Gunakan janur muda berwarna hijau cerah. Mengapa? Janur muda memiliki serat yang lebih kuat dan lentur, sehingga tidak mudah pecah saat proses perebusan lama. Selain membuat ketupat lebih awet, janur hijau cerah juga memberikan aroma yang lebih segar dan tekstur yang lebih empuk dibandingkan janur yang sudah tua atau layu.

3. Takaran Beras yang Pas

Agar ketupat tidak cepat basi, perhatikan proses persiapan beras:

• Rendam & Tiriskan: Rendam beras selama 30 menit sebelum dimasukkan ke dalam selongsong janur.

• Aturan Dua Pertiga: Jangan mengisi janur hingga penuh. Cukup isi sekitar setengah hingga dua per tiga bagian saja. Ruang sisa ini penting agar beras bisa mengembang sempurna menjadi tekstur pulen yang padat namun lembut.

4. Teknik Penyimpanan Modern

Jika Anda ingin menyimpannya untuk beberapa hari ke depan, kulkas adalah sahabat terbaik. Bungkus ketupat dalam plastik rapat untuk mencegah permukaannya kering akibat suhu dingin. Saat ingin menyantapnya kembali, cukup kukus ulang agar teksturnya kembali empuk. Ketupat yang masih utuh (belum dipotong) cenderung jauh lebih awet dibandingkan yang sudah diiris.

5. Lebih dari Sekadar Makanan, Makna dan Tradisi

Bagi masyarakat Nusantara, ketupat adalah cermin kehidupan. Mengutip data dari Kemendikbudristek, anyaman ketupat yang rumit melambangkan kesalahan manusia, sementara isinya yang putih bersih melambangkan kesucian hati setelah bermaaf-maafan.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com