Beauty . 26/03/2026, 15:38 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
fin.co.id - Paparan sinar matahari sering dianggap sepele. Padahal, di balik hangatnya sinar matahari, ada ancaman serius yang bisa mengintai kesehatan kulit dalam jangka panjang. Tanpa perlindungan yang tepat, kulit bisa mengalami perubahan yang tidak hanya merusak penampilan, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit berbahaya.
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. R Amanda Sumantri, SpKK, FINSDV, mengungkapkan bahwa paparan sinar ultraviolet (UV) secara terus-menerus dapat memicu photoaging atau penuaan dini. Kondisi ini terjadi karena sinar UV merusak DNA dalam sel kulit secara perlahan, sehingga dampaknya baru terasa setelah bertahun-tahun.
“Paparan sinar ultraviolet yang mengenai kulit selama bertahun-tahun akan mengubah DNA dalam sel-sel kulit sehingga memicu penuaan dini dan meningkatkan risiko kanker kulit,” jelasnya dikutip dari ANTARA.
Penuaan dini akibat paparan sinar matahari biasanya tidak muncul secara merata. Sebaliknya, tanda-tandanya lebih sering terlihat pada area tubuh yang paling sering terpapar sinar matahari.
Beberapa area yang paling rentan antara lain:
Karena area tersebut jarang tertutup, paparan sinar UV lebih intens dan berlangsung lebih lama.
Kerusakan kulit akibat sinar UV tidak terjadi secara instan. Namun, seiring waktu, berbagai tanda akan mulai muncul dan semakin terlihat jelas.
Beberapa ciri penuaan dini yang sering terjadi meliputi:
Selain itu, paparan sinar UV juga memicu masalah kulit lain yang tidak kalah mengganggu. Kulit bisa mengalami bercak merah kasar dan bersisik yang dikenal sebagai keratosis aktinik. Tak hanya itu, perubahan pigmen seperti melasma, bintik penuaan, hingga bercak putih di beberapa bagian tubuh juga bisa muncul.
Akibatnya, warna kulit menjadi tidak merata dan teksturnya terasa lebih kasar. Dalam kondisi tertentu, kulit bahkan bisa menipis sehingga tampak lebih rapuh.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media