fin.co.id - Kue cucur dikenal sebagai salah satu jajanan tradisional Indonesia yang memiliki rasa manis khas dan tekstur unik. Bagian tengahnya lembut, sementara pinggirannya renyah, menciptakan perpaduan yang sulit ditolak. Dengan bahan sederhana dan cara membuat yang tidak rumit, kue ini cocok disajikan kapan saja, baik pagi, sore, maupun saat santai bersama keluarga.
Mengenal Kue Cucur dan Keunikannya
Kue cucur sudah lama menjadi bagian dari kuliner Nusantara, terutama di wilayah Betawi dan Jawa. Ciri khasnya terletak pada bentuknya yang melebar dengan bagian tengah lebih tebal. Warna cokelat keemasan berasal dari penggunaan gula merah yang memberikan rasa legit alami.
Secara tradisional, kue cucur dibuat dengan teknik menuang adonan ke dalam minyak panas tanpa cetakan. Proses ini menghasilkan serat-serat halus yang terlihat seperti “urat” di permukaan kue, sekaligus menciptakan tekstur khas yang berbeda dari kue lainnya.
Bahan-Bahan yang Dibutuhkan
Untuk membuat kue cucur sederhana, bahan yang digunakan cukup mudah ditemukan di dapur:
-
200 gram tepung beras
-
50 gram tepung terigu
-
150 gram gula merah, sisir halus
-
200 ml air
-
1 lembar daun pandan (opsional)
-
Sejumput garam
-
Minyak goreng secukupnya
Cara Membuat Kue Cucur Sederhana
Berikut langkah-langkah yang bisa diikuti:
-
Rebus air bersama gula merah dan daun pandan hingga gula larut. Saring, lalu biarkan hangat.
-
Campurkan tepung beras, tepung terigu, dan garam dalam wadah.
-
Tuang larutan gula sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga adonan halus dan tidak bergerindil.
-
Diamkan adonan selama sekitar 30–60 menit agar teksturnya lebih stabil.
-
Panaskan minyak dalam wajan kecil dengan api sedang.
-
Tuang satu sendok sayur adonan ke tengah minyak panas.
-
Biarkan bagian tengah mengembang, lalu siram-siram bagian atasnya dengan minyak agar pinggirannya terbentuk.
-
Goreng hingga matang dan berwarna cokelat keemasan, kemudian angkat dan tiriskan.
Tips Agar Kue Cucur Berhasil Sempurna
Agar hasil kue cucur lebih maksimal, beberapa hal berikut bisa diperhatikan:
-
Gunakan api sedang cenderung kecil agar kue matang merata
-
Diamkan adonan agar teksturnya lebih elastis
-
Jangan terlalu sering membolak-balik kue saat digoreng
-
Pastikan minyak cukup banyak agar kue bisa “mengembang” dengan baik
-
Aduk adonan sebelum dituangkan agar tidak mengendap