Fashion . 22/05/2026, 23:26 WIB

Bedah Bariatrik Dinilai Efektif Atasi Obesitas, Dr. Errawan: Bukan Sekadar Masalah Gaya Hidup

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - RS Premier Bintaro menggelar media gathering bertema “Mengenal Bedah Bariatrik–Metabolik untuk Obesitas” di PUJA Bumi Kenduri The Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu, 20 Mei 2026.

Dalam kegiatan tersebut, dokter spesialis bedah subspesialis bedah digestif konsultan, Dr. dr. Errawan Wiradisuria, memaparkan perkembangan metode penanganan obesitas melalui tindakan bedah bariatrik–metabolik. Acara itu juga dihadiri CEO RS Premier Bintaro, dr. Relia Sari.

Dr. Errawan menerangkan, obesitas saat ini telah masuk kategori penyakit kronis berdasarkan penilaian sejumlah organisasi kesehatan internasional. Kondisi tersebut dinilai dapat memicu berbagai komplikasi serius, mulai dari diabetes, hipertensi, penyakit jantung, gangguan tidur, hingga menurunnya kualitas hidup pasien.

Ia menyebut, masih banyak masyarakat di Indonesia yang menganggap obesitas sebatas persoalan pola hidup, padahal kondisi itu membutuhkan penanganan medis yang tepat dan berkelanjutan.

"Bedah bariatrik–metabolik merupakan prosedur pembedahan yang dilakukan untuk membantu menurunkan berat badan sekaligus memperbaiki gangguan metabolisme tubuh seperti diabetes dan tekanan darah tinggi. Metode ini disebut memiliki efektivitas lebih baik dibanding penanganan konvensional pada kasus obesitas berat," katanya dalam keterangan, Jumat, 22 Mei 2026.

Tindakan bariatrik diketahui mampu memberikan sejumlah manfaat, di antaranya membantu penurunan berat badan secara signifikan dalam jangka panjang, meningkatkan kualitas hidup pasien, menekan risiko penyakit penyerta, serta memperbaiki kondisi diabetes, hipertensi, dan kadar kolesterol tinggi.

Pasien yang dapat menjadi kandidat operasi umumnya memiliki Body Mass Index (BMI) lebih dari 35, atau BMI di atas 30 yang disertai penyakit penyerta akibat obesitas. Selain itu, pasien juga harus memiliki kesiapan menjalani perubahan pola hidup sehat secara konsisten.

Dalam sesi edukasi tersebut, dr. Errawan turut menjelaskan berbagai teknik operasi bariatrik modern, seperti Sleeve Gastrectomy (SG), Roux-en-Y Gastric Bypass (RYGB), One Anastomosis Gastric Bypass (OAGB), hingga Biliopancreatic Diversion with Duodenal Switch (BPD-DS).

Salah satu metode yang kini paling banyak digunakan adalah Laparoscopic Sleeve Gastrectomy (LSG). Prosedur ini dinilai lebih sederhana, memiliki risiko komplikasi lebih rendah, serta waktu pemulihan yang relatif lebih singkat.

Meski demikian, keberhasilan terapi tidak hanya ditentukan oleh tindakan operasi. Kepatuhan pasien dalam menjaga pola makan, rutin berolahraga, mengonsumsi vitamin, dan melakukan kontrol kesehatan berkala juga menjadi faktor penting.

Saat ini, prosedur bedah bariatrik masih belum masuk dalam cakupan pembiayaan asuransi maupun BPJS karena masih dianggap sebagai tindakan kosmetik. Padahal sejak 2013, Organisasi Kesehatan Dunia telah menetapkan obesitas sebagai penyakit yang kerap disertai berbagai komplikasi kesehatan serius.

Melalui kegiatan tersebut, RS Premier Bintaro berharap pemahaman masyarakat mengenai obesitas semakin meningkat, sekaligus menyadarkan bahwa kondisi tersebut dapat ditangani melalui pendekatan medis multidisiplin dan teknologi bedah modern.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com