Trend . 02/06/2026, 22:09 WIB

Langkah Setara di Senayan Park: Plan Indonesia Gelar Run for Equality 2026

Penulis : Ari Nur Cahyo  |  Editor : Ari Nur Cahyo

fin.co.id -- Isu inklusivitas bagi penyandang disabilitas di Indonesia masih menjadi tantangan besar yang memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak. Menanggapi situasi tersebut, Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) kembali menginisiasi ajang lari ramah disabilitas bertajuk Run for Equality 2026.

Ajang fun run inklusif ini akan berlangsung pada 26 Juli 2026 di Senayan Park, Jakarta. Panitia menyediakan tiga kategori jarak tempuh, yakni 3K, 5K, dan 10K, yang sengaja mereka rancang agar dapat diakses oleh semua kalangan. Dengan mengusung semangat "Equal Steps, Equal Play", gerakan ini bertujuan menciptakan ruang olahraga yang aman dan setara bagi seluruh anak, terutama anak perempuan dan penyandang disabilitas.

Langkah Plan Indonesia ini bukan sekadar seremoni olahraga belaka. Data menunjukkan bahwa penyandang disabilitas di Indonesia masih menghadapi tembok besar dalam mengakses hak-hak dasarnya. Meskipun Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 telah menjamin hak-hak mereka, implementasi di lapangan masih jauh dari ideal.

Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), hanya sekitar 17,2 persen penyandang disabilitas usia produktif yang mampu mencicipi pendidikan formal. Fakta yang lebih memprihatinkan mengungkap bahwa lebih dari separuh penyandang disabilitas di tanah air masih sulit mengakses layanan kesehatan, pekerjaan, hingga ruang publik yang aman.

"Melalui Run for Equality 2026, kami ingin mendorong terciptanya ruang olahraga dan ruang publik yang lebih inklusif," ujar Direktur Eksekutif Plan Indonesia, Dini Widiastuti.

Ia menegaskan bahwa setiap anak dan kaum muda, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik, berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk bermain dan berkembang tanpa bayang-bayang diskriminasi.

Olahraga Sebagai Hak Dasar Semua Orang

Dukungan serupa datang dari Komisi Nasional Disabilitas. Komisioner Komnas Disabilitas, Jonna Aman Damanik, menekankan bahwa inklusivitas bukan sekadar menghadirkan fisik penyandang disabilitas dalam sebuah acara. Lebih dari itu, penyelenggara harus memastikan mereka dapat berpartisipasi secara bermakna, aman, dan setara.

"Inisiatif seperti Run for Equality sangat penting untuk membangun kesadaran publik bahwa olahraga adalah hak semua orang, tanpa terkecuali," tegas Jonna.

Sektor swasta pun tidak tinggal diam. UNIQLO Indonesia melalui Sustainability Lead, Michelle Marietta Secoa, menyatakan bahwa kolaborasi lintas sektor memegang peranan kunci. Menurutnya, olahraga memiliki kekuatan magis untuk menyatukan banyak orang dan membangkitkan rasa percaya diri bagi mereka yang selama ini terpinggirkan.

Testimoni haru datang dari Mama Diva, peserta penyandang disabilitas rare disease (seckel syndrome). Baginya, acara yang telah ia ikuti sejak 2024 ini memberikan suntikan moral yang luar biasa.

"Run for Equality membuat saya merasa diterima. Saya percaya bahwa saya juga bisa berpartisipasi seperti yang lain," ungkapnya. Ia berharap kehadiran ruang yang ramah disabilitas dapat terus bertambah agar teman-teman disabilitas lebih berani menunjukkan potensi diri.

Berlari Sambil Berdonasi untuk NTT

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com