Trend . 30/06/2026, 15:33 WIB
Penulis : Ari Nur Cahyo | Editor : Ari Nur Cahyo
fin.co.id - Listrik kini menjelma sebagai kebutuhan primer yang tidak terpisahkan dari kehidupan generasi milenial. Bayangkan situasi ketika daya listrik tiba-tiba padam. Aktivitas harian pasti langsung lumpuh seketika karena gawai pintar kehabisan daya dan koneksi internet nirkabel (Wi-Fi) mati total.
Ketergantungan yang tinggi terhadap energi ini sering kali memicu keluhan baru, terutama terkait sistem pembayaran. Banyak masyarakat, khususnya kaum muda, menganggap sistem listrik prabayar atau sistem token jauh lebih boros daripada sistem pascabayar yang memiliki daya paten.
Padahal, pembengkakan biaya pasokan setrum ini terjadi bukan karena sistem meternya, melainkan akibat kelalaian dalam mengoperasikan peralatan elektronik harian. Pola konsumsi energi yang tidak efisien membuat saldo token cepat terkuras habis tanpa disadari.
Guna mengatasi dilema tersebut, Anda dapat menerapkan perubahan perilaku kecil namun berdampak besar. Merangkum berbagai sumber, berikut enam kebiasaan efektif yang bisa menghemat listrik token rumah agar anggaran bulanan Anda tetap aman.
1. Cabut Colokan Kabel yang Tidak Terpakai
Kebiasaan membiarkan perangkat pengisi daya tetap menempel pada stopkontak setelah selesai digunakan menjadi dosa paling umum generasi masa kini. Pengisi daya ponsel pintar, kabel laptop, televisi, hingga kipas angin sering kali dibiarkan terhubung begitu saja sepanjang hari.
Meskipun Anda tidak menghubungkan ujung kabel ke perangkat elektronik, stopkontak tetap mengalirkan arus listrik secara konstan. Arus "siluman" ini terus berjalan dan memakan daya selama colokan masih menempel. Mulai sekarang, disiplinkan diri untuk mencabut seluruh kabel setelah menggunakannya demi memutus pemborosan energi.
2. Kelola Jadwal Menyetrika Pakaian secara Kolektif
Menyetrika pakaian selembar demi selembar setiap hari menjelang beraktivitas merupakan cara kerja yang sangat tidak efisien. Setrika membutuhkan energi listrik yang sangat besar pada menit-menit pertama untuk memanaskan elemen pemanasnya.
Jika Anda melakukan aktivitas ini berulang kali setiap hari, lonjakan daya akan sering terjadi dan menyedot pulsa token dengan cepat. Solusi terbaiknya, kumpulkan seluruh pakaian kotor Anda dan jadwalkan satu hari khusus dalam seminggu untuk menyetrika sekaligus dalam jumlah banyak. Metode ini terbukti ampuh meminimalkan frekuensi pemanasan awal setrika.
3. Batasi Penggunaan Pendingin Ruangan (AC)
Suhu udara perkotaan yang semakin terik mendorong banyak orang mengoperasikan AC di dalam rumah demi kenyamanan. Padahal, AC termasuk dalam jajaran perangkat elektronik dengan konsumsi daya paling tinggi di lingkungan rumah tangga.
Mengaktifkan AC sepanjang hari tanpa jeda tentu akan menguras saldo token dalam sekejap. Anda harus lebih bijak dengan hanya menyalakan AC pada jam-jam tertentu saat cuaca benar-benar panas, seperti di siang hari. Ketika malam tiba atau saat udara cukup sejuk, manfaatkan kipas angin sebagai alternatif penyejuk ruangan yang jauh lebih hemat energi.
4. Isi Daya Baterai Laptop Seperlunya
Mayoritas laptop modern memiliki daya tahan baterai yang mumpuni, berkisar antara tiga hingga empat jam setelah pengisian penuh. Sayangnya, banyak pekerja lepas maupun mahasiswa memilih untuk menghubungkan laptop mereka ke pengisi daya secara terus-menerus selama bekerja.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media