Waspada, 10 Benda Ini Dipercaya Bawa Sial dan Sumbat Rezeki Menurut Primbon Jawa

lifestyle.fin.co.id - 30/06/2026, 15:10 WIB

Waspada, 10 Benda Ini Dipercaya Bawa Sial dan Sumbat Rezeki Menurut Primbon Jawa

Waspada, 10 Benda Ini Dipercaya Bawa Sial dan Sumbat Rezeki Menurut Primbon Jawa

fin.co.id - Sebagian besar masyarakat Indonesia hingga saat ini masih memegang teguh keyakinan terhadap Primbon Jawa dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Kitab tradisional warisan leluhur ini tidak hanya mengupas formula perhitungan hari baik, kecocokan weton, hingga ramalan jodoh saja. Lebih dari itu, Primbon Jawa juga memuat panduan mendalam mengenai benda-benda tertentu yang dipercaya dapat membawa keberuntungan maupun kesialan.

Dalam klaster kepercayaan tersebut, para leluhur meyakini bahwa keberadaan sejumlah benda di dalam rumah bisa menghambat datangnya rezeki apabila pemilik rumah membiarkannya dalam kondisi tertentu. Walaupun ramalan ini tidak memiliki dasar ilmiah resmi dan murni menjadi bagian dari kekayaan tradisi budaya, banyak orang tetap menjadikannya sebagai pedoman psikologis dalam menata ruang tinggal.

Jika Anda ingin menjaga keharmonisan rumah, berikut adalah daftar benda yang dipercaya sebagai pembawa sial menurut Primbon Jawa yang harus segera Anda rapikan atau buang:

Daftar Benda Pembawa Energi Negatif di Dalam Rumah

Tata letak dan kondisi barang di dalam hunian memegang peranan penting dalam mengalirkan energi positif. Berikut lima benda awal yang wajib Anda perhatikan:

1. Sapu yang Disandarkan di Area Pintu

Dalam struktur arsitektur tradisional Jawa, pintu utama merupakan gerbang krusial yang menjadi jalur masuk dan keluarnya energi ke dalam rumah. Oleh sebab itu, kebiasaan menaruh sapu dengan cara menyandarkannya di dekat pintu dipercaya dapat menyumbat dan menghalangi datangnya keberuntungan. Selain dianggap menghambat aliran rezeki, kebiasaan buruk ini juga melambangkan pola manajemen kehidupan pemilik rumah yang kurang tertata. Sebaiknya, Anda menyimpan sapu di tempat khusus yang tersembunyi setelah selesai menggunakannya.

2. Sisir Rambut yang Rusak atau Kotor

Masyarakat Jawa tidak memandang sisir sekadar sebagai alat perapih rambut rontok semata. Benda ini memiliki ikatan filosofis dengan kehormatan diri, keberuntungan, dan kondisi energi spiritual seseorang. Menggunakan sisir yang sudah patah atau membiarkannya kotor penuh kuman dipercaya dapat menarik aura negatif secara instan. Dampaknya, pemilik rumah akan mengalami hambatan dalam urusan kelancaran rezeki serta mendapat gangguan dalam hubungan sosial. Segera ganti sisir Anda jika kondisinya sudah rusak.

3. Pakaian Lusuh dan Robek yang Tetap Digunakan

Pakaian yang melekat pada tubuh mencerminkan bagaimana kondisi kesiapan mental sang pemilik. Primbon Jawa menegaskan bahwa mengenakan pakaian yang sudah lusuh, bolong, atau robek secara terus-menerus dapat mengundang aura kemiskinan dan energi negatif. Jika Anda memiliki pakaian yang sudah tidak layak pakai, Anda sebaiknya segera menyumbangkan pakaian tersebut jika masih bisa diperbaiki, atau langsung membuangnya jika sudah rusak parah.

4. Sepatu atau Sandal yang Berserakan di Lantai

Membiarkan alas kaki berserakan berantakan di depan pintu atau di dalam rumah dapat memicu terciptanya energi yang tidak teratur. Dalam sudut pandang supranatural Jawa, kondisi lantai yang semrawut akibat sepatu berserakan diyakini bisa memicu ketegangan emosi hingga menimbulkan konflik internal dalam keluarga. Menata sepatu dan sandal dengan rapi di dalam rak khusus dipercaya ampuh menciptakan suasana rumah yang lebih sejuk dan nyaman.

Ari Nur Cahyo
Ari Nur Cahyo
Penulis

Penulis di FIN.CO.ID sejak Maret 2022 yang fokus mengeksplorasi dunia Teknologi, Sepak Bola, dan Anime. Memiliki ketertarikan kuat pada isu-isu viral, ia berkomitmen menghadirkan konten yang segar, informatif, dan relevan dengan tren masa kini.