Trend . 04/07/2026, 13:52 WIB
Penulis : Ari Nur Cahyo | Editor : Ari Nur Cahyo
Bersihkan Jamur:Gunakan cairan khusus pembersih jamur atau campuran cuka dan air. Sikat permukaan yang berjamur secara perlahan hingga benar-benar bersih.
Pastikan Dinding Kering: Jangan terburu-buru mengecat kembali. Pastikan tembok benar-benar kering dengan bantuan *dehumidifier* atau kipas angin. Mengecat tembok yang masih lembap hanya akan membuat cat baru Anda terkelupas kembali
dalam waktu singkat.
Kerok Cat Lama: Gunakan kape (spatula logam) atau amplas untuk mengerok semua lapisan cat yang sudah mengelupas. Kerok hingga permukaan dinding terlihat bersih dan halus.
5. Gunakan Produk Cat dan Pelapis Khusus
Jangan sembarang menggunakan cat tembok. Untuk area yang rentan lembap, pilihlah cat *anti-fungus* atau *anti-mold* yang memiliki ketahanan terhadap kelembapan tinggi.
Selain itu, sangat disarankan untuk mengaplikasikan *coating* kedap air (*waterproofing*) pada permukaan dinding. Pelapis ini bekerja dengan menutup pori-pori tembok agar air tidak bisa masuk ke dalam substrat dinding. Penggunaan *waterproofing* yang berkualitas akan memberikan lapisan pelindung ekstra yang sangat krusial bagi ketahanan bangunan Anda.
6. Konsistensi dalam Perawatan
Menjaga rumah tetap kering bukan upaya sekali jadi. Pastikan Anda tetap menjaga sirkulasi udara dengan tidak menutup ventilasi oleh furnitur atau lemari. Barang-barang yang diletakkan menempel erat pada dinding sering kali menghambat aliran udara dan memicu kelembapan.
Periksa pula saluran air dan talang secara berkala, terutama saat musim hujan tiba. Dengan melakukan identifikasi sejak dini dan perbaikan yang tepat, tembok rumah Anda akan kembali kering, kuat, dan bebas dari masalah jamur yang mengganggu. Kesehatan penghuni rumah pun jauh lebih terjaga.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media