Trend . 22/07/2026, 10:23 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Kencing berbusa sering membuat seseorang khawatir karena kerap dikaitkan dengan penyakit ginjal. Padahal, kondisi ini tidak selalu menjadi pertanda adanya gangguan kesehatan yang serius. Dalam beberapa kasus, urine berbusa bisa terjadi karena faktor sederhana, seperti aliran urine yang deras atau tubuh yang sedang kekurangan cairan.
Meski demikian, kencing berbusa yang muncul terus-menerus tidak boleh diabaikan. Jika disertai gejala lain, seperti bengkak pada kaki atau wajah, urine berbusa dapat menjadi tanda adanya protein dalam urine yang berkaitan dengan gangguan fungsi ginjal.
Penyebab kencing berbusa dapat dibedakan menjadi kondisi yang normal dan kondisi yang memerlukan perhatian medis.
Saat kandung kemih penuh, aliran urine biasanya menjadi lebih kuat. Tekanan yang tinggi ketika urine mengenai permukaan air di kloset dapat menghasilkan busa yang akan hilang dalam beberapa saat.
Dehidrasi membuat urine menjadi lebih pekat. Urine yang lebih pekat dapat menghasilkan busa lebih banyak dibandingkan urine yang encer. Kondisi ini umumnya membaik setelah kebutuhan cairan tubuh tercukupi.
Jika ginjal mengalami gangguan, protein yang seharusnya tetap berada di dalam darah dapat bocor ke urine. Kondisi yang dikenal sebagai proteinuria ini merupakan salah satu penyebab utama urine berbusa yang terjadi berulang.
Proteinuria dapat dipicu oleh berbagai kondisi, seperti penyakit ginjal kronis, diabetes, tekanan darah tinggi, hingga peradangan pada ginjal.
Jawabannya adalah tidak.
Kencing berbusa bukanlah diagnosis gagal ginjal. Banyak orang mengalami urine berbusa tanpa memiliki penyakit ginjal. Namun, apabila busa muncul hampir setiap kali buang air kecil dan berlangsung selama beberapa hari atau minggu, pemeriksaan medis sangat dianjurkan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media