Trend . 24/08/2026, 16:22 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
fin.co.id - Banyak peserta gagal dalam tes TKD karena kurang persiapan. Padahal, peserta bisa meningkatkan peluang lolos seleksi dengan strategi yang tepat. Karena itu, memahami cara mengerjakan tes TKD menjadi langkah penting sebelum menghadapi ujian.
Waktu yang terbatas bisa membuat soal sederhana terasa sulit jika peserta tidak mengatur strategi sejak awal. Selain itu, peserta juga perlu memahami jenis materi yang akan muncul agar tidak membuang waktu saat mengerjakan soal.
Berikut sejumlah tips tes TKD yang bisa diterapkan sebelum dan saat menghadapi ujian.
Langkah pertama yang perlu dilakukan yaitu memahami materi ujian. Dengan mengenali jenis soal, peserta bisa menentukan strategi belajar dan tidak menghabiskan waktu untuk mempelajari materi secara acak.
Secara umum, materi TKD mencakup tiga kemampuan utama, yaitu verbal, numerik, dan figural.
Kemampuan verbal mencakup soal seperti sinonim, antonim, dan analogi. Sementara itu, kemampuan numerik berkaitan dengan deret angka serta hitung cepat. Adapun kemampuan figural menguji penalaran melalui gambar.
Pemahaman terhadap tiga kelompok materi tersebut menjadi modal penting sebelum mengikuti ujian. Semakin familiar dengan bentuk soal, semakin cepat pula peserta menentukan cara penyelesaiannya.
Salah satu kesalahan yang bisa merugikan peserta adalah terlalu lama berkutat pada satu soal. Ketika sebuah soal terasa sulit, peserta sering kali terus mencoba mencari jawabannya. Padahal, waktu ujian terus berjalan.
Di sinilah sistem skipping atau melewati soal menjadi penting.
Jika menemukan soal yang sulit, jangan langsung menghabiskan waktu untuk memaksakan jawaban. Lewati terlebih dahulu, kemudian kembali ke soal tersebut apabila masih tersedia waktu.
Strategi ini membantu peserta menjaga ritme pengerjaan. Selain itu, peserta bisa memanfaatkan waktu untuk menyelesaikan soal yang lebih mudah terlebih dahulu.
Waktu menjadi salah satu faktor penting dalam tes TKD. Peserta perlu menghitung alokasi waktu untuk setiap soal agar pengerjaan tetap terkendali.
Jangan menunggu ujian berlangsung untuk belajar mengatur waktu. Biasakan diri berlatih menggunakan simulasi dan pewaktu atau timer.
Latihan dengan timer membantu peserta merasakan tekanan waktu seperti saat ujian sebenarnya. Dari sana, peserta bisa mengetahui seberapa cepat mereka menyelesaikan soal dan bagian mana yang masih membutuhkan waktu terlalu lama.
Manajemen waktu juga berkaitan erat dengan sistem skipping. Ketika peserta mengetahui batas waktu pengerjaan, keputusan untuk melewati soal sulit menjadi lebih mudah.
Soal numerik dan penalaran terkadang membuat peserta berpikir bahwa mereka harus menggunakan rumus matematika yang panjang. Padahal, tidak semua soal membutuhkan cara tersebut.
Dalam kondisi waktu terbatas, peserta bisa menggunakan logika dasar untuk mencari jawaban. Selain itu, pilihan ganda juga bisa membantu peserta melihat pola yang paling masuk akal.
Strategi ini dapat menghemat waktu dibandingkan menghafalkan dan menerapkan rumus yang rumit untuk setiap soal.
Namun, peserta tetap perlu memahami pola soal numerik. Misalnya, ketika menghadapi deret angka, jangan langsung mencari cara perhitungan yang kompleks. Perhatikan terlebih dahulu hubungan antarangka dan kemungkinan pola yang muncul.
Intinya, strategi mengerjakan TKD harus berjalan beriringan dengan persiapan. Kenali materi, kelola waktu, lewati soal yang menyita waktu, dan gunakan logika secara efektif. Dengan persiapan tersebut, peluang mendapatkan skor tinggi dan lolos seleksi bisa semakin terbuka.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media