Tips Wawancara User BUMN: Kuasai 3 Hal Ini agar Lolos!
Cara menjawab wawancara user BUMN, mulai dari pertanyaan teknis, nilai AKHLAK, studi kasus, hingga tips tampil percaya diri.
fin.co.id - Wawancara user BUMN menjadi salah satu tahap yang perlu Anda persiapkan dengan serius. Pasalnya, pada tahap ini, user yang biasanya merupakan calon atasan langsung seperti manajer atau supervisor ingin melihat lebih jauh kemampuan, pengalaman, serta kecocokan Anda dengan posisi yang tersedia.
Secara umum, wawancara user BUMN berfokus pada tiga hal utama, yakni kompetensi teknis, kecocokan kerja, dan pemahaman terhadap nilai dasar BUMN. Karena itu, Anda perlu menyiapkan jawaban yang konkret dan tetap sesuai dengan pengalaman pribadi.
Agar tidak salah langkah, simak beberapa cara berikut.
1. Siapkan Jawaban untuk Pertanyaan Teknis dan Pengalaman Kerja
Pertanyaan teknis menjadi salah satu bagian penting dalam wawancara user BUMN. User ingin mengetahui apakah kandidat benar-benar menguasai keterampilan yang berkaitan dengan posisi yang dilamar.
Baca Juga
Karena itu, jangan hanya menyebutkan kemampuan yang Anda miliki. Jelaskan juga tugas atau proyek relevan yang pernah Anda tangani.
Agar jawaban lebih terstruktur, Anda dapat menggunakan metode STAR, yakni Situation, Task, Action, dan Result.
Dengan metode ini, Anda bisa menjelaskan pengalaman secara konkret. Mulailah dengan situasi yang Anda hadapi, kemudian jelaskan tugas yang harus diselesaikan. Setelah itu, uraikan tindakan yang Anda lakukan hingga akhirnya sampaikan hasilnya.
2. Pahami Nilai AKHLAK BUMN
Selain kompetensi teknis, kandidat juga perlu memahami budaya kerja BUMN. Salah satu hal penting yang perlu Anda kuasai adalah nilai AKHLAK, yaitu Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.
Baca Juga
Jangan berhenti pada hafalan enam nilai tersebut. Dalam wawancara, kaitkan nilai AKHLAK dengan pengalaman nyata yang pernah Anda jalani.
Misalnya, ketika user menanyakan pengalaman bekerja dalam tim, Anda dapat menghubungkannya dengan nilai kolaboratif. Begitu pula ketika menghadapi perubahan atau tuntutan pekerjaan, pengalaman tersebut dapat Anda kaitkan dengan nilai adaptif.
3. Bersiap Menghadapi Studi Kasus dan Pertanyaan Pemecahan Masalah
User juga dapat menguji cara berpikir kandidat melalui studi kasus atau pertanyaan terkait masalah pekerjaan.
Pertanyaan semacam ini bertujuan melihat bagaimana Anda menghadapi tekanan, kendala, atau situasi yang membutuhkan keputusan.