Salah Langkah Bisa Baret, Begini Cara Tepat Bersihkan Mobil dari Abu Vulkanik
Abu vulkanik menempel di mobil warga Jabodetabek. Salah membersihkannya bisa bikin baret. Simak cara aman membersihkannya.
fin.co.id - Warga Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) tengah dibuat khawatir oleh abu vulkanik yang menempel cukup tebal pada kendaraan. Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena abu vulkanik bukan sekadar debu biasa yang bisa hilang dengan sekali usap.
Justru, pemilik kendaraan perlu ekstra hati-hati saat membersihkan abu tersebut. Jika salah langkah, partikel vulkanik yang keras dan abrasif dapat meninggalkan goresan halus pada bodi hingga kaca mobil.
Pakar Otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu menjelaskan bahwa abu vulkanik dapat mengandung material mineral dan pecahan vulkanik yang memiliki sifat keras serta abrasif.
“Partikelnya dapat mengandung material mineral dan pecahan vaulkanik yang keras serta abrasif. Kalau langsung dilap atau digosok dalam keadaan kering, bisa menimbulkan goresan halus pada clear coat maupun kaca,” kata Yannes dikutip dari ANTARA, Minggu, 6 September 2026.
Baca Juga
Abu Vulkanik Jangan Langsung Dilap
Kesalahan paling umum yang perlu dihindari pemilik kendaraan adalah langsung mengambil kain lap ketika melihat abu menumpuk di bodi mobil.
Cara tersebut justru dapat membuat masalah baru. Ketika kain bergesekan dengan partikel vulkanik yang keras, permukaan kendaraan berisiko mengalami baret halus.
Risikonya bahkan tidak berhenti pada sifat abrasif abu. Ketika abu bercampur dengan air, embun, atau gerimis, kemudian pemilik membiarkannya menempel dalam waktu lama, endapan tersebut dapat menciptakan kondisi yang lebih korosif terhadap permukaan kendaraan.
Karena itu, pemilik mobil perlu segera mengambil langkah yang tepat, terutama ketika kendaraan sudah terkena paparan abu vulkanik.
Mobil Belum Terkena Abu? Segera Cari Tempat Tertutup
Baca Juga
Bagi pemilik kendaraan yang belum terkena abu vulkanik, langkah pencegahan menjadi pilihan paling aman. Parkirkan mobil di tempat tertutup agar kendaraan tidak terpapar langsung.
Pemilik juga dapat menggunakan penutup mobil atau car cover. Namun, pastikan permukaan kendaraan sudah dalam kondisi bersih sebelum memasangnya.
Jangan justru memasang atau menggeser car cover ketika permukaan mobil sudah dipenuhi abu. Gesekan antara kain penutup dan partikel vulkanik dapat memperbesar risiko munculnya baret.
Dengan kata lain, car cover memang bisa membantu melindungi kendaraan, tetapi penggunaannya tetap membutuhkan perhatian. Jangan sampai penutup mobil yang seharusnya melindungi kendaraan malah membuat permukaannya tergores.