Trend . 16/09/2026, 13:28 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Stres sering datang tanpa memberi banyak waktu untuk bersiap. Pesan kerja yang menumpuk, kemacetan, konflik kecil, atau tuntutan yang terasa tidak selesai-selesai dapat membuat pikiran bergerak terlalu cepat. Dalam situasi seperti ini, banyak orang membayangkan ketenangan hanya bisa dicapai lewat meditasi panjang, olahraga, atau liburan. Padahal, sejumlah kebiasaan sederhana yang dilakukan dalam hitungan detik juga dapat membantu tubuh dan pikiran mengambil jeda.
Praktik singkat ini sering disebut mikropraktik, yaitu aktivitas kecil yang mudah disisipkan di sela rutinitas. Tujuannya bukan menghapus sumber stres secara instan, melainkan membantu seseorang menurunkan ketegangan sesaat agar dapat merespons keadaan dengan lebih tenang. Empat cara berikut dapat dilakukan sekitar 20 hingga 30 detik ketika stres mulai terasa menumpuk.
Tertawa tidak selalu harus muncul karena mendengar lelucon. Ada pula latihan yang dikenal sebagai laughter yoga atau yoga tawa, yaitu memulai tawa secara sengaja hingga perlahan terasa lebih alami. Cara ini mungkin terdengar canggung, terutama bila dilakukan sendiri. Namun, suara tawa, gerakan tubuh, dan napas yang berubah saat tertawa dapat memberi jeda dari pikiran yang sedang terlalu tegang.
Latihan sederhana dapat dimulai dengan tiga tarikan napas dalam. Letakkan tangan di perut, lalu ucapkan “ha ha ha” atau “hi hi hi” secara perlahan. Volume suara bisa dinaikkan sedikit demi sedikit. Tidak perlu memaksakan diri untuk tertawa terbahak-bahak. Bahkan senyum kecil atau tawa pelan dapat menjadi pemicu untuk mengendurkan ekspresi wajah yang sebelumnya tegang.
Kajian ilmiah mengenai tawa non-humor menunjukkan adanya hubungan dengan penurunan gejala kecemasan dan depresi. Meski demikian, tawa bukan pengganti penanganan profesional bagi gangguan kesehatan mental. Manfaatnya lebih tepat dipahami sebagai cara singkat untuk menciptakan ruang bernapas di tengah tekanan sehari-hari.
Stres tidak hanya terasa di kepala. Saat menghadapi tekanan, tubuh sering ikut menegang, terutama di leher, bahu, rahang, dan punggung. Kondisi ini makin mudah muncul ketika seseorang duduk lama di depan layar. Karena itu, peregangan singkat dapat menjadi cara praktis untuk mengingatkan tubuh agar kembali bergerak.
Salah satu gerakan yang dapat dilakukan adalah mengaitkan kedua tangan di belakang punggung. Saat menarik napas, luruskan tangan perlahan ke arah bawah dan angkat dada dengan lembut. Ketika mengembuskan napas, kurangi tarikan bila terasa tidak nyaman. Tahan selama dua atau tiga napas lambat, lalu lepaskan.
Penelitian tentang jeda peregangan singkat di lingkungan kerja menunjukkan bahwa istirahat kecil dapat membantu mengurangi keluhan akibat posisi duduk berkepanjangan dan mendukung produktivitas. Peregangan yang dipadukan dengan perhatian pada napas juga dapat membuat seseorang lebih sadar terhadap postur tubuh serta ketegangan yang selama ini tidak disadari.
Gerakan ini tidak perlu dilakukan secara ekstrem. Peregangan yang memicu nyeri, pusing, atau kesemutan sebaiknya segera dihentikan. Orang dengan cedera, gangguan tulang belakang, atau kondisi medis tertentu perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum memulai kebiasaan olahraga baru.
Saat stres, napas cenderung menjadi pendek dan cepat. Pola ini dapat membuat tubuh merasa semakin siaga, seolah sedang menghadapi ancaman. Mengubah ritme napas selama 30 detik merupakan salah satu cara paling mudah untuk memberi sinyal bahwa keadaan masih dapat dikendalikan.
Duduklah dalam posisi nyaman. Pejamkan mata bila situasinya memungkinkan, lalu tarik napas perlahan. Setelah itu, embuskan napas lebih panjang daripada saat menariknya. Ulangi hingga tiga kali. Setiap putaran napas dapat berlangsung kira-kira 10 detik, tanpa perlu dipaksakan terlalu dalam.
Riset yang dibahas BBC Future mencatat bahwa tiga napas lambat dan dalam dapat berkaitan dengan perubahan aktivitas gelombang otak yang berhubungan dengan perhatian tenang dan relaksasi. Latihan ini juga tidak memerlukan alat, ruangan khusus, atau waktu panjang. Seseorang dapat melakukannya sebelum rapat penting, ketika mulai kesal membaca pesan, atau saat merasa pikiran bergerak terlalu cepat.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media