Trend

Merinding! Ini 7 Urban Legend Indonesia Paling Angker dan Melegenda

7 urban legend Indonesia paling seram, dari Wewe Gombel hingga Nenek Gayung, punya kisah misterius yang bikin merinding.

Merinding! Ini 7 Urban Legend Indonesia Paling Angker dan Melegenda
7 urban legend Indonesia paling seram. Foto: Istimewa.

5. Hantu Jeruk Purut

Jeruk Purut merupakan kawasan di Jakarta Selatan yang dikenal dengan pemakaman tua dan berbagai cerita misterius. Salah satu yang paling terkenal adalah Hantu Jeruk Purut, yang menurut cerita rakyat setempat merupakan arwah seorang wanita yang meninggal secara tragis. Sosok tersebut digambarkan mengenakan gaun putih dan menghantui area pemakaman, terutama pada malam hari.

Sejumlah cerita menyebut saksi mata pernah melihat wanita berambut panjang dan berbaju putih berjalan di antara batu nisan atau sepanjang jalan pemakaman. Ada pula kisah mengenai suara-suara menakutkan dan sensasi yang sulit dijelaskan. Legenda ini kemudian melekat dalam budaya Jakarta sebagai cerita tentang pentingnya menghormati orang yang telah meninggal dan tempat pemakaman.

6. Kolor Ijo

Kolor Ijo dikisahkan sebagai makhluk gaib yang berasal dari seseorang yang melakukan ritual tertentu dan kejahatan dengan bantuan ilmu gaib. Dalam cerita yang beredar, makhluk ini kerap meneror dan melakukan pelecehan seksual terhadap wanita. Ia juga dipercaya mengambil barang-barang penghuni rumah setelah melakukan ritual yang membuat korban tertidur.

Kisah tersebut sempat meresahkan banyak warga. Sebagian masyarakat kemudian memasang bambu kuning dan daun kelor di sekitar rumah karena percaya keduanya mampu mencegah Kolor Ijo masuk. Bawang putih juga disebut sebagai kelemahannya, sehingga wanita yang bepergian malam hari dalam cerita tersebut disarankan membawanya.

7. Nenek Gayung

Nenek Gayung menjadi urban legend yang ramai beredar pada pertengahan 2011. Sosok wanita tua ini dikisahkan berkeliling di gang-gang kota atau daerah pinggiran sambil membawa gayung dan tikar. Penampilannya biasanya digambarkan mengenakan pakaian serba hitam, meski ada pula versi yang menyebut ia memakai pakaian tradisional Indonesia.

Dalam salah satu versi cerita, Nenek Gayung mendekati orang yang lewat dan mengajak mereka berbicara. Jika seseorang menjawab pertanyaannya tentang arah menuju pemakaman atau rumahnya, konon ia akan datang pada malam hari. Ia kemudian dikisahkan membentangkan tikar dan memandikan orang tersebut seperti jenazah sebelum orang itu dipercaya meninggal pada hari yang sama atau keesokan harinya.

Berita Terkait