10 Motif Batik Populer di Indonesia dan Arti di Baliknya
Kenali 10 motif batik populer Indonesia, mulai dari Kawung, Parang, Sidomukti, Megamendung hingga Nusa Kelapa.
Secara filosofis, Sidomukti memiliki makna kemakmuran dan kesejahteraan. Perpaduan warna dan ornamen tersebut membuatnya memiliki karakter khas dalam ragam batik Indonesia.
5. Motif Batik Sekar Jagad
Masih dari Solo, motif batik Sekar Jagad memiliki ciri khas berupa perpaduan banyak detail bunga. Jika dilihat sekilas, kumpulan pola tersebut menyerupai gambar pulau sehingga menghasilkan tampilan yang unik dan elegan.
Keindahan visual tersebut sejalan dengan filosofi Sekar Jagad, yaitu kecantikan yang abadi. Motif ini menjadi salah satu ragam batik yang memiliki karakter visual cukup kuat.
6. Motif Batik Megamendung
Baca Juga
Motif Megamendung merupakan salah satu batik khas Cirebon yang populer. Nama Megamendung berarti awan sejuk dan inspirasinya konon berasal dari bentuk awan pada genangan air hujan serta suasana cuaca mendung.
Ciri khasnya terlihat pada pola garis awan dengan bentuk agak lonjong. Warna dasar motif ini menggunakan merah dan biru dengan tujuh gradasi warna yang membuat tampilannya semakin khas.
7. Motif Batik Truntum
Batik Truntum berasal dari lingkungan keraton Solo dan memiliki pola menyerupai taburan bintang kecil. Motif ini memiliki kisah tentang Kanjeng Ratu Beruk yang menciptakannya ketika mengalami kesedihan karena perhatian Raja beralih kepada orang lain.
Saat membatik sambil memperhatikan keindahan malam, sang Ratu menemukan harapan melalui cahaya bintang. Karena kisah tersebut, Truntum dimaknai sebagai simbol cinta yang tumbuh kembali, harapan, dan kasih sayang.
Baca Juga
8. Motif Batik Lawang Sewu
Sesuai namanya, Batik Lawang Sewu terinspirasi dari bangunan ikonik Lawang Sewu di Semarang. Dalam bahasa Jawa, Lawang Sewu berarti "seribu pintu", sementara motifnya tidak hanya menampilkan bentuk bangunan.
Motif ini juga memadukan unsur alam seperti bunga, pepohonan, dan kupu-kupu. Kemunculannya turut dikaitkan dengan sejarah Pertempuran Lima Hari di Semarang pada 1945 yang berlangsung di sekitar kawasan Tugu Muda dan Lawang Sewu.
9. Motif Batik Buketan
Batik Buketan berkembang di Pekalongan dengan pengaruh kuat dari budaya Eropa. Nama Buketan berasal dari kata Belanda boeket yang berarti buket bunga, sementara motifnya memadukan unsur batik Jawa dengan gaya Art Nouveau yang diperkenalkan Eliza van Zuylen.