Trend . 14/10/2026, 17:13 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Sebagai contoh, seseorang yang menabung Rp300.000 setiap bulan akan mengumpulkan Rp3,6 juta dalam setahun atau Rp36 juta selama 10 tahun, sebelum memperhitungkan bunga, hasil investasi, biaya, dan perubahan daya beli akibat inflasi.
Contoh tersebut menunjukkan bahwa jumlah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membentuk dana yang berarti dalam jangka panjang.
Mencampurkan seluruh uang dalam satu rekening dapat membuat tabungan masa depan lebih mudah terpakai untuk kebutuhan yang tidak mendesak.
Karena itu, pertimbangkan untuk memisahkan rekening atau menggunakan instrumen keuangan khusus untuk tujuan jangka panjang. Sediakan pula dana darurat yang dapat diakses ketika terjadi pengeluaran mendadak agar tabungan pensiun tidak perlu sering dicairkan.
Menabung merupakan langkah awal yang baik, tetapi nilai uang dapat berkurang akibat kenaikan harga barang dan jasa. Karena itu, target dana pensiun perlu ditinjau secara berkala.
Untuk tujuan jangka panjang, sebagian orang mempertimbangkan deposito, obligasi, reksa dana, atau instrumen investasi lainnya sesuai profil risiko. Setiap pilihan memiliki karakteristik, potensi hasil, biaya, dan risiko yang berbeda. Jangan memilih produk hanya karena menjanjikan keuntungan tinggi.
Kebutuhan hidup, penghasilan, dan tanggungan keluarga dapat berubah dari waktu ke waktu. Oleh sebab itu, periksa kembali jumlah tabungan dan target dana pensiun setidaknya secara berkala.
Jika penghasilan meningkat, sebagian tambahan pendapatan dapat dialokasikan untuk memperbesar tabungan. Sebaliknya, ketika penghasilan menurun, jumlah setoran bisa disesuaikan tanpa mengabaikan kebutuhan pokok.
Perencanaan yang fleksibel lebih realistis daripada menetapkan target besar yang sulit dipertahankan.
Waktu terbaik untuk memulai adalah ketika seseorang sudah memiliki penghasilan dan mampu menyisihkan sebagian uang tanpa mengorbankan kebutuhan pokok. Tidak ada batas usia tunggal yang berlaku untuk semua orang.
Memulai lebih awal memberikan waktu lebih panjang untuk mengumpulkan dana. Namun, orang yang baru mulai menabung pada usia 40 atau 50 tahun tetap dapat membuat rencana yang bermanfaat dengan menyesuaikan target, pengeluaran, dan sumber pendapatan saat pensiun.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media