Trend . 15/10/2026, 07:24 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
Dengan kata lain, angka 500 tetap menjadi titik acuan instrumen, sedangkan rata-rata nasional dapat bergerak mengikuti hasil peserta.
Kondisi tersebut membuat siswa perlu berhati-hati saat membandingkan skor pribadi dengan hasil nasional. Skor di atas 500 belum tentu menempatkan seorang siswa di atas rata-rata nasional.
Misalnya, seorang siswa mendapatkan skor 501. Nilai tersebut sudah berada di atas titik acuan instrumen TKA. Namun, jika rata-rata nasional pada periode penilaian tertentu berada di atas 501, siswa tersebut belum tentu memiliki skor yang melampaui rata-rata nasional.
Sebaliknya, rata-rata nasional juga bisa berada di bawah angka 500, bergantung pada performa keseluruhan peserta.
Penggunaan rentang skor 200–800 mungkin terasa berbeda bagi siswa yang terbiasa dengan sistem penilaian 0–100. Namun, skala dengan rentang tertentu juga digunakan dalam berbagai tes terstandar lainnya.
Sebagai contoh, TOEFL ITP/PBT menggunakan skala skor 310–677. Sementara itu, SAT, tes yang mengukur kemampuan akademik calon mahasiswa, menggunakan rentang skor 200–800.
Oleh sebab itu, siswa tidak perlu menyamakan skor TKA dengan nilai ujian sekolah yang menggunakan skala berbeda. Hal terpenting adalah memahami arti skor berdasarkan sistem penilaian yang berlaku.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media