Trend . 18/10/2026, 11:50 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
fin.co.id - Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) makin mengubah peta dunia kerja. Sejumlah pekerjaan kini menghadapi risiko otomatisasi, sehingga calon mahasiswa perlu mempertimbangkan prospek karier sebelum menentukan jurusan kuliah.
Namun, beberapa profesi masih mengandalkan empati, kreativitas, keterampilan sosial, dan interaksi langsung dengan manusia. Mengutip informasi dari Business Insider, berikut enam jurusan kuliah yang lulusannya memiliki pekerjaan relatif aman dari ancaman AI.
Jurusan pendidikan anak usia dini (PAUD) dan pendidikan dasar menawarkan peluang karier yang relatif sulit digantikan AI. Guru memiliki peran penting dalam membantu anak menguasai kemampuan dasar sekaligus mengembangkan keterampilan sosial sejak dini.
Selain mengajar, guru perlu mengelola kelas, berkomunikasi dengan orang tua, dan menyesuaikan metode pembelajaran dengan kebutuhan siswa. Tugas tersebut membutuhkan pertimbangan manusia dan interaksi langsung yang tidak sekadar mengandalkan teknologi.
Pendidikan luar biasa menjadi pilihan bagi calon mahasiswa yang ingin mendampingi siswa penyandang disabilitas, termasuk melalui profesi guru sekolah luar biasa (SLB). Pekerjaan ini membutuhkan pendekatan khusus untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan akademik dan keterampilan hidup.
Guru juga perlu menyesuaikan metode pengajaran, menyusun rencana pembelajaran individual, serta bekerja sama dengan keluarga dan tenaga spesialis. Kesabaran, pengetahuan khusus, dan keterampilan interpersonal membuat profesi ini relatif sulit digantikan sepenuhnya oleh AI.
Jurusan nutrisi membuka peluang karier sebagai ahli gizi atau ahli diet yang membantu seseorang menentukan pola makan sesuai kebutuhan. Profesi ini membutuhkan pemahaman terhadap kondisi kesehatan, budaya, anggaran, dan gaya hidup setiap individu.
AI dapat membantu memberikan informasi, tetapi ahli gizi tetap perlu mempertimbangkan keadaan personal sebelum menyusun rekomendasi. Kemampuan menganalisis kebutuhan pasien secara menyeluruh menjadi salah satu alasan bidang nutrisi relatif sulit digantikan sepenuhnya oleh teknologi.
Keperawatan termasuk jurusan yang relatif aman dari ancaman AI karena profesinya membutuhkan kontak langsung dengan pasien. Menurut Business Insider, perawat menjalankan tugas penting yang mencakup penilaian klinis, pemberian obat, pemantauan gejala, dan koordinasi dengan tim medis.
Selain memiliki pengetahuan kesehatan, perawat perlu berkomunikasi dengan pasien dan memperhatikan perubahan kondisi mereka. Kombinasi keterampilan klinis, perawatan langsung, dan interaksi manusia membuat profesi ini tetap membutuhkan peran tenaga kesehatan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media