Trend

Kaki Bengkak Tak Kunjung Kempis? Waspadai Tanda Gangguan Ginjal Sejak Awal

Kaki yang tampak membesar, terasa berat, atau meninggalkan bekas cekungan ketika ditekan bisa menjadi petunjuk adanya penumpukan cairan di dalam tubuh. Salah

Kaki Bengkak Tak Kunjung Kempis? Waspadai Tanda Gangguan Ginjal Sejak Awal
Kaki Bengkak akibat Gagal Ginjal, Ilustrasi: DALL·E 3

fin.co.id - Kaki yang tampak membesar, terasa berat, atau meninggalkan bekas cekungan ketika ditekan bisa menjadi petunjuk adanya penumpukan cairan di dalam tubuh. Salah satu penyebab yang perlu diwaspadai adalah gangguan fungsi ginjal, terutama ketika organ tersebut tidak lagi mampu menjaga keseimbangan cairan dan garam secara optimal.

Masalahnya, pembengkakan kaki sering dianggap sebagai akibat kelelahan, terlalu lama berdiri, atau kurang bergerak. Padahal, apabila keluhan terus berulang dan disertai perubahan kondisi tubuh lainnya, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebab sebenarnya. Mengenali tanda-tanda awal dapat membantu seseorang memperoleh penanganan sebelum komplikasi berkembang.

Hubungan Penurunan Fungsi Ginjal dengan Pembengkakan Kaki

Ginjal bekerja sepanjang waktu untuk menyaring darah, membuang zat sisa metabolisme, dan mengatur kadar air serta mineral di dalam tubuh. Ketika kemampuan penyaringan dan pengaturan tersebut terganggu, kelebihan cairan dan natrium dapat tertahan di dalam tubuh.

Cairan yang menumpuk kemudian dapat masuk ke ruang antarsel dan menyebabkan jaringan membengkak. Kondisi ini disebut edema dan kerap terlihat pada pergelangan kaki, punggung kaki, serta tungkai bawah karena pengaruh gravitasi.

Selain gangguan pengeluaran cairan, kerusakan ginjal tertentu juga dapat menyebabkan protein albumin keluar melalui urine dalam jumlah berlebihan. Albumin membantu mempertahankan cairan tetap berada di dalam pembuluh darah. Ketika kadarnya menurun, cairan lebih mudah berpindah ke jaringan dan memicu pembengkakan.

Menurut National Kidney Foundation, pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, atau tungkai merupakan salah satu tanda yang dapat ditemukan pada penyakit ginjal. Namun, gejala tersebut tidak selalu muncul pada setiap penderita, terutama ketika gangguan masih berada pada tahap awal.

Tujuh Perubahan pada Kaki yang Perlu Diwaspadai

1. Pergelangan Kaki Tampak Lebih Besar dari Biasanya

Perubahan bentuk pergelangan kaki dapat menjadi tanda awal penumpukan cairan. Bagian yang biasanya terlihat jelas batasnya mulai tampak membulat atau membesar, sehingga tulang pergelangan kaki tidak terlihat setegas sebelumnya.

Perubahan tersebut terkadang berlangsung perlahan. Seseorang mungkin baru menyadarinya ketika sepatu terasa sesak, tali sandal meninggalkan bekas, atau kedua kaki terlihat lebih besar saat dibandingkan.

Jika kondisi ini terjadi berulang kali tanpa penyebab yang jelas, terutama pada orang dengan tekanan darah tinggi atau diabetes, pemeriksaan kesehatan sebaiknya dilakukan.

2. Bekas Kaus Kaki Bertahan Lebih Lama

Bekas karet kaus kaki yang terlihat pada kulit setelah dilepas memang bisa muncul akibat tekanan pakaian. Namun, apabila bekas tersebut semakin dalam, disertai pembengkakan, dan tidak cepat menghilang, kondisi ini perlu diperhatikan.

Penumpukan cairan membuat jaringan di sekitar pergelangan kaki membesar. Akibatnya, tekanan ringan dari pakaian dapat meninggalkan jejak yang lebih jelas.

Tanda ini tidak cukup untuk memastikan adanya penyakit ginjal. Akan tetapi, perubahan yang menetap atau semakin parah dapat menjadi alasan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

3. Kulit Kaki Meninggalkan Cekungan setelah Ditekan

Salah satu ciri edema adalah kulit membentuk cekungan setelah ditekan menggunakan jari selama beberapa detik. Bekas tekanan tersebut dapat bertahan sesaat sebelum kembali ke bentuk semula.

Dalam istilah medis, kondisi ini disebut pitting edema. Tanda tersebut terjadi karena cairan berlebih berada di jaringan bawah kulit dan berpindah ketika mendapatkan tekanan.

Meski sering ditemukan pada pembengkakan akibat penumpukan cairan, pitting edema juga dapat berkaitan dengan penyakit jantung, gangguan pembuluh darah, dan kondisi medis lainnya. Karena itu, pemeriksaan lebih lanjut tetap dibutuhkan untuk menentukan penyebabnya.

4. Pembengkakan Terjadi pada Kedua Kaki

Jika gangguan keseimbangan cairan memengaruhi tubuh secara menyeluruh, kedua kaki dapat mengalami pembengkakan. Kondisi ini bisa terlihat pada pergelangan kaki maupun bagian bawah tungkai.

Meski demikian, pembengkakan tidak harus selalu sama pada kedua sisi. Perbedaan bentuk kaki juga dapat dipengaruhi oleh aktivitas, posisi tubuh, atau kondisi kesehatan lainnya.

Apabila hanya satu kaki yang membengkak secara mendadak, terlebih jika disertai nyeri, kemerahan, atau terasa hangat, segera cari pemeriksaan medis. Kondisi tersebut dapat menandakan masalah serius, termasuk kemungkinan terbentuknya bekuan darah.

5. Kaki Terasa Berat meski Tidak Banyak Beraktivitas

Cairan yang menumpuk di jaringan dapat menimbulkan sensasi penuh, berat, dan tidak nyaman. Akibatnya, berjalan atau berdiri mungkin terasa lebih melelahkan daripada biasanya.

Sebagian orang juga merasakan kulit seperti tertarik ketika menggerakkan pergelangan kaki. Jika pembengkakan cukup besar, gerakan menjadi terbatas dan alas kaki terasa menekan.

Keluhan ini tidak spesifik untuk penyakit ginjal. Namun, jika rasa berat muncul bersamaan dengan pembengkakan yang menetap, perubahan jumlah urine, atau kenaikan berat badan yang tidak biasa, pemeriksaan perlu dipertimbangkan.

6. Pembengkakan Bertambah pada Waktu Tertentu

Pada sebagian orang, edema di kaki terlihat lebih jelas setelah duduk atau berdiri dalam waktu lama. Posisi tubuh dan gravitasi membuat cairan lebih mudah terkumpul di bagian bawah tubuh.

Pembengkakan dapat berkurang ketika seseorang beristirahat atau mengangkat kaki. Akan tetapi, kondisi tersebut tidak otomatis menyingkirkan kemungkinan gangguan ginjal maupun penyakit lain.

Hal yang perlu diperhatikan adalah pola keluhan. Jika kaki semakin sering membengkak, ukuran pembengkakan bertambah, atau keluhan tidak membaik seperti biasanya, jangan hanya mengandalkan istirahat sebagai penanganan.

7. Kaki Bengkak Disertai Kenaikan Berat Badan

Berat badan yang meningkat dalam waktu singkat tanpa perubahan pola makan atau aktivitas yang berarti dapat berkaitan dengan penumpukan cairan.

Sebagai gambaran, seseorang mungkin mendapati timbangan menunjukkan kenaikan beberapa hari berturut-turut bersamaan dengan pergelangan kaki yang semakin membesar. Kombinasi perubahan tersebut perlu diperhatikan, khususnya pada orang yang sudah memiliki gangguan ginjal.

Namun, kenaikan berat badan juga dapat disebabkan oleh perubahan asupan makanan atau faktor lain. Karena itu, hasil penimbangan perlu dinilai bersama gejala dan kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Tanda Lain yang Menguatkan Kecurigaan terhadap Gangguan Ginjal

Pembengkakan kaki perlu mendapat perhatian lebih apabila muncul bersama perubahan lain yang dapat berkaitan dengan penurunan fungsi ginjal.

Beberapa gejala yang patut dikenali meliputi:

  • Urine berbusa secara berulang, yang dapat berkaitan dengan protein dalam urine.

  • Jumlah urine berubah, termasuk menjadi lebih sedikit daripada biasanya.

  • Wajah atau area sekitar mata terlihat sembap.

  • Tekanan darah meningkat atau sulit dikendalikan.

  • Tubuh mudah lelah dan kehilangan tenaga.

  • Nafsu makan menurun, disertai mual atau muntah.

  • Kulit terasa kering dan gatal.

  • Sesak napas ketika terjadi penumpukan cairan yang memengaruhi paru-paru.

Tidak semua gejala tersebut menandakan gagal ginjal. Bahkan, seseorang yang mengalami penyakit ginjal kronis mungkin tidak merasakan keluhan apa pun selama tahap awal. Oleh karena itu, pemeriksaan berkala sangat penting bagi orang yang memiliki faktor risiko.

Pemeriksaan Medis untuk Mengetahui Penyebab Kaki Bengkak

Mengamati bentuk kaki hanya dapat memberikan petunjuk awal, bukan diagnosis. Untuk mengetahui apakah pembengkakan berhubungan dengan gangguan ginjal, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik, menanyakan riwayat kesehatan, dan mengevaluasi gejala lain.

Pemeriksaan darah untuk mengukur kreatinin serta memperkirakan laju filtrasi glomerulus atau eGFR dapat membantu menilai kemampuan ginjal menyaring darah. Pemeriksaan urine juga penting untuk mendeteksi albumin atau protein yang keluar secara berlebihan.

Pada keadaan tertentu, dokter dapat meminta pemeriksaan tambahan, seperti pengukuran elektrolit, albumin darah, atau pencitraan, sesuai dugaan penyebab pembengkakan.

Pemeriksaan ini juga membantu membedakan gangguan ginjal dari penyakit jantung, gangguan hati, masalah pembuluh darah, atau efek samping obat.

Langkah yang Tepat Ketika Kaki Mengalami Pembengkakan

Apabila kaki membengkak tanpa alasan yang jelas, menetap, atau semakin parah, segera jadwalkan pemeriksaan medis. Jangan menunggu sampai pembengkakan meluas atau mengganggu kemampuan berjalan.

Sambil menunggu pemeriksaan, seseorang dapat menghindari duduk atau berdiri terlalu lama dan mengangkat kaki saat beristirahat apabila nyaman dilakukan. Catat pula perubahan berat badan, tekanan darah jika tersedia, serta perubahan jumlah urine untuk membantu dokter mengevaluasi kondisi.

Asupan garam perlu disesuaikan dengan anjuran tenaga kesehatan. Pada orang dengan gangguan ginjal, kebutuhan cairan juga dapat berbeda-beda sehingga tidak tepat untuk menerapkan pembatasan atau penambahan minum secara sembarangan.

Hindari menggunakan obat pelancar urine, obat herbal, atau suplemen tanpa berkonsultasi dengan dokter. Beberapa produk dapat memengaruhi fungsi ginjal, tekanan darah, atau keseimbangan elektrolit.

Jika pembengkakan disertai sesak napas, sulit bernapas saat berbaring, atau nyeri dada, segera cari pertolongan medis darurat. Pembengkakan satu kaki yang muncul tiba-tiba dan disertai nyeri juga membutuhkan evaluasi segera.

Penutup

Kaki yang membesar, bekas kaus kaki yang semakin dalam, cekungan setelah kulit ditekan, serta pembengkakan yang disertai kenaikan berat badan merupakan sejumlah perubahan yang perlu diperhatikan. Jika keluhan tersebut terjadi berulang kali, terutama bersama perubahan urine atau tekanan darah, gangguan ginjal menjadi salah satu kemungkinan yang perlu diperiksa.

Ilmu kedokteran modern menegaskan bahwa penyakit ginjal tidak dapat didiagnosis hanya berdasarkan gejala fisik. Pemeriksaan darah dan urine tetap menjadi bagian penting untuk menilai fungsi ginjal dan mendeteksi kelainan sejak dini.

Dengan memahami tanda-tanda pembengkakan, mengenali faktor risiko, dan mencari pertolongan medis pada waktu yang tepat, seseorang dapat meningkatkan peluang deteksi dini serta mencegah keterlambatan penanganan kondisi yang mendasarinya.

Referensi

  1. National Kidney Foundation. 10 Signs You May Have Kidney Disease.

  2. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Chronic Kidney Disease.

  3. National Health Service. Chronic Kidney Disease: Symptoms.

  4. Kidney Disease: Improving Global Outcomes (KDIGO). Clinical Practice Guideline for the Evaluation and Management of Chronic Kidney Disease.

Tambahkan FAQ untuk PembacaPerjelas Batas Waktu Pemeriksaan

Berita Terkait