Bukan Cuma Prabowo, Ini Daftar Presiden Indonesia yang Pernah Jadi Korban Penyadapan
Daftar dugaan penyadapan presiden Indonesia, dari B.J. Habibie, Megawati, SBY, Jokowi, hingga kasus Presiden Prabowo.
fin.co.id - Kasus penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto kini menjadi perhatian publik. Perkara tersebut menyeret sejumlah nama besar di lingkungan kepolisian setelah Bareskrim Polri menetapkan Listyo Sigit dan dua jenderal aktif Polri sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyadapan terhadap presiden.
Dugaan penyadapan itu berlangsung pada rentang 2025 hingga 2026. Pada periode tersebut, Listyo Sigit masih aktif menjabat sebagai Kapolri.
Perkembangan kasus ini kembali membuka ingatan publik terhadap sejumlah dugaan penyadapan yang pernah mencuat di Indonesia. Dari rekaman percakapan Presiden ke-3 RI B.J. Habibie hingga dugaan operasi intelijen terhadap Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), isu penyadapan beberapa kali memicu kontroversi besar.
Lantas, siapa saja presiden Indonesia yang pernah terseret dalam isu dugaan penyadapan? Berikut catatannya.
Baca Juga
1. Susilo Bambang Yudhoyono
Dugaan penyadapan terhadap Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY memicu ketegangan diplomatik antara Indonesia dan Australia. Kasus ini mencuat pada November 2013 setelah ABC Australia dan Guardian Australia memublikasikan dokumen rahasia hasil kebocoran Edward Snowden. Dokumen tersebut mengungkap aktivitas intelijen Australia yang memantau komunikasi telepon SBY selama 15 hari pada Agustus 2009.
Pengawasan itu juga mencakup pengumpulan catatan panggilan dan upaya memperoleh isi percakapan telepon. Sejumlah pejabat lain turut masuk dalam daftar target, termasuk Ani Yudhoyono, Boediono, Jusuf Kalla, dan Sri Mulyani. Pemerintah Indonesia kemudian menarik Duta Besar RI untuk Australia, menghentikan sementara kerja sama intelijen, serta meminta penjelasan resmi dari Canberra.
2. Megawati Soekarnoputri
Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri pernah mengungkapkan dirinya merasa menjadi sasaran penyadapan. Pernyataan tersebut ia sampaikan saat peresmian Sekretariat DPP Taruna Merah Putih di Menteng, Jakarta Pusat, pada Oktober 2024. Megawati bahkan mengaku tidak menggunakan telepon seluler karena merasa dirinya menjadi salah satu orang yang paling sering disadap di Indonesia.
Namun, Megawati tidak menyebutkan pihak yang diduga melakukan penyadapan maupun waktu kejadian secara rinci. Ia justru menceritakan pengalamannya dengan nada berseloroh, termasuk kebiasaannya menghubungi pihak yang dicurigai ketika merasa kesal. Pernyataan tersebut kembali menarik perhatian publik terhadap isu keamanan komunikasi tokoh politik.
Baca Juga
3. B.J. Habibi
Presiden ke-3 RI B.J. Habibie pernah terseret kontroversi setelah rekaman percakapannya dengan Jaksa Agung Andi Muhammad Ghalib tersebar ke publik pada Februari 1999. Percakapan yang diduga berlangsung pada 10 Desember 1998 itu membahas pemeriksaan Presiden ke-2 RI Soeharto dalam kasus dugaan korupsi, termasuk soal durasi pemeriksaan.
Majalah Panji Masyarakat kemudian memublikasikan isi rekaman tersebut pada 24 Februari 1999 setelah melakukan konfirmasi kepada pihak terkait. Publikasi itu memicu polemik mengenai keseriusan pemerintah dalam mengusut kasus Soeharto. Habibie lalu memerintahkan penyelidikan terhadap dugaan penyadapan, meski tidak secara terbuka membenarkan atau membantah keaslian rekaman tersebut.
4. Joko Widodo
Dugaan penyadapan terhadap Joko Widodo atau Jokowi mencuat pada 2013 ketika ia masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Mantan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo mengungkap adanya perangkat penyadap di rumah dinas Jokowi.