Trend . 08/02/2024, 10:20 WIB

Tahun Baru Imlek Identik dengan Warna Merah dan Kembang Api, Begini Sejarahnya

Penulis : Noerma Puspita  |  Editor : Ari Nur Cahyo

Jadi, di musim dingin, di penghujung tahun, ketika Nian turun gunung untuk mencari mangsa, penduduk desa meletakkan lentera dan gulungan  merah di depan rumah mereka.

Untuk membuat kerumunan, mereka pun menyalakan kembang api untuk membuat Nian takut  mendekat.

Mitos dan kepercayaan tersebut terus berkembang dan dipertahankan hingga saat ini, hingga menjadi tradisi merayakan musim semi atau Tahun Baru Imlek.

Tahun Baru Imlek  selalu berlangsung pada bulan Januari atau Februari, bertepatan dengan musim hujan.

Orang Tionghoa senang jika turun hujan  saat Tahun Baru Imlek, karena artinya rejekinya berlimpah.(*)

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com