Kesehatan . 29/02/2024, 14:12 WIB
Penulis : Admin | Editor : Admin
FIN.CO.ID - Pengobatan bekam dianggap bermanfaat untuk menjaga kesehatan dengan membantu mengeluarkan racun dari tubuh.
Namun, perlu diperhatikan apakah terdapat efek samping yang perlu diwaspadai. Yuk, kita lihat penjelasannya lebih lanjut di sini.
Bekam merupakan praktik pengobatan tradisional yang menggunakan cangkir khusus untuk menciptakan tekanan pada kulit. Tekanan ini membantu menarik kulit dan memungkinkan pengeluaran darah kotor atau racun dari dalam tubuh.
Awalnya, terapi bekam melibatkan penggunaan cangkir khusus untuk menciptakan tekanan darah, tetapi sekarang telah berkembang menjadi menggunakan pompa karet modern.
Dengan menggunakan pompa karet ini, terapis dapat menciptakan tekanan yang cukup untuk menarik kulit. Sebelum penggunaan alat modern ini, bekam dilakukan dengan memasukkan bahan yang mudah terbakar ke dalam cangkir, membakarnya, dan kemudian menempelkannya ke kulit selama beberapa menit.
Proses ini menghasilkan perubahan warna kulit menjadi kemerahan dan pelebaran pembuluh darah. Ada dua jenis terapi bekam, yaitu kering dan basah. Dalam terapi bekam basah, setelah cangkir ditempatkan selama beberapa menit, terapis membuat sayatan kecil pada kulit untuk mengeluarkan darah sebelum membersihkan dan merawat luka.
Cangkir yang digunakan dalam terapi bekam bisa terbuat dari berbagai bahan, seperti kaca, plastik, keramik, silikon, bambu, atau logam.
BACA JUGA:
Manfaat Bekam bagi Kesehatan
Bekam, sebagai terapi tradisional, memiliki beragam manfaat bagi kesehatan tubuh, seperti meningkatkan aliran darah ke kulit, meningkatkan toleransi nyeri, serta mampu mengatasi berbagai penyakit. Manfaat bekam antara lain:
1. Meningkatkan Aliran Darah ke Kulit
Terapi bekam terbukti dapat meningkatkan aliran darah, mengurangi peradangan, dan melonggarkan jaringan di bawah area bekam, memungkinkan pemulihan penyakit secara alami.
2. Meningkatkan Toleransi Nyeri
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media